Sebuah laporan oleh South China Morning Post mengungkapkan keterlibatan Jeffrey Epstein, mantan narapidana kasus kejahatan seksual, dalam pendanaan proyek kecerdasan buatan oleh ilmuwan Ben Goertzel.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Epstein menyediakan dana sebesar 113.000 dollar AS, yang memungkinkan proyek Goertzel mengakses hibah dari pemerintah Hong Kong sesuai ketentuan pendanaan yang berlaku.
Awal Kerja Sama antara Epstein dan Goertzel
Hubungan antara Jeffrey Epstein dan Ben Goertzel dimulai pada tahun 2001, ketika Epstein memberikan dukungan dana untuk fellowship riset yang tidak diungkapkan rinciannya.
Kerja sama ini berlangsung hingga tahun 2015, saat Epstein menyuplai dana melalui organisasi nirlaba Humanity+ yang kemudian diteruskan ke perusahaan konsultan milik Goertzel, Novamente.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Skema Pendanaan dari Pemerintah Hong Kong
Dana yang diterima Goertzel dimanfaatkan sebagai sponsor industri untuk memenuhi persyaratan pendanaan dari Innovation and Technology Fund (ITF) milik pemerintah Hong Kong.
Sistem ITF mengharuskan perusahaan untuk memperoleh minimal 10 persen dari sponsor industri sebelum dapat mengakses hingga 90 persen pembiayaan proyek, dengan Novamente tercatat sebagai sponsor untuk beberapa proyek di Hong Kong.
Permintaan Dana Berulang dan Penyesalan Goertzel
Dalam email yang ditinjau oleh SCMP, Goertzel mengajukan permintaan dana tambahan kepada Epstein berulang kali untuk memenuhi syarat sponsor yang berlaku.
Ia menyampaikan, 'Seperti biasa, saya tidak punya uang dan harus mencarinya dari suatu tempat (yang selama ini setiap tahun berasal dari Anda!!!).'
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: