Indonesia Bersiap Menjadi Produsen Satelit Global
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya transisi Indonesia dari sekadar pembeli teknologi antariksa menjadi produsen satelit. Ini dianggap krusial untuk meningkatkan kemandirian teknologi dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri antariksa global.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di BRIN, Robertus Heru Triharjanto, mencatat bahwa Indonesia kini berusaha membangun kemampuan produksi satelit meski sebagian besar komponen masih diimpor.
Menurut Heru, Indonesia telah lebih banyak berperan sebagai pengguna teknologi luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mencapai kemajuan, Indonesia perlu lebih aktif berperan dalam produksi satelit.
Beberapa teknologi yang sedang dikembangkan meliputi reaction wheel, star sensor, dan sistem kamera satelit. Komponen-komponen ini esensial untuk sistem navigasi dan observasi satelit di ruang angkasa.
Heru menekankan pentingnya membangun kemampuan secara bertahap dan menegaskan bahwa pengembangan komponen dalam negeri harus diperluas.
Kemandirian teknologi ini diharapkan dapat terjadi meskipun saat ini sebagian besar dari kebutuhan komponen masih diimpor.
Heru menilai bahwa kemampuan untuk memproduksi satelit sendiri sangat strategis bagi Indonesia. Ini tidak hanya akan memperkuat kemandirian teknologi, tetapi juga mendorong terciptanya pusat keahlian di bidang antariksa.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan akan semakin kuat sejalan dengan pengembangan teknologi satelit. Hal ini juga membuka jalan bagi lahirnya industri satelit nasional di masa mendatang.
Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berharga bagi peneliti muda dan mahasiswa dalam desain, integrasi, dan pengujian satelit.
Keterlibatan langsung dalam proses ini akan membantu generasi baru mendapatkan wawasan mendalam terkait pengembangan teknologi antariksa.
Sejak mulai mengoperasikan satelit LAPAN-A1 pada tahun 2003, Indonesia telah membangun fondasi yang solid dalam teknologi satelit. Satelit ini merupakan hasil kerja sama dengan Technical University Berlin.
Dilatih untuk diluncurkan pada 10 Januari 2007, LAPAN-A1 berhasil dikirim ke orbit dengan menggunakan roket PSLV-C7 dari Indian Space Research Organisation. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan pengembangan teknologi antariksa nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: