Pengakuan Mantan Kepala Windows atas Kehebatan MacBook Neo Apple
Steven Sinofsky, mantan Presiden Divisi Windows di Microsoft, memberikan pandangan baru setelah menjajal MacBook Neo dari Apple.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik
Ia membagikan kembali refleksinya mengenai perjalanan kompetisi antara Apple dan Microsoft di blog pribadinya.
Dalam tulisan berjudul 'Mac Neo and my afternoon of reflection and melancholy', Sinofsky menceritakan pengalamannya menggunakan MacBook Neo berkapasitas 512GB.
Ia mengungkapkan, "Completely blown away," menandakan kekagumannya terhadap performa laptop tersebut.
Pengalaman ini mengingatkannya pada kegagalan Microsoft dalam menghadirkan PC ringan berbasis ARM melalui Windows 8 dan Surface, di mana strategi ekosistem yang tidak tepat berkontribusi pada kegagalan tersebut.
Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial
Sinofsky menjelaskan bahwa Microsoft mencoba memisahkan dunia Windows ARM dari ekosistem Windows x86, yang dirasakan terlalu drastis oleh pengguna.
Ia berpendapat, Apple berhasil dengan pendekatan bertahap, menjaga kelangsungan pembaruan sistem operasinya agar transisi ke Mac berbasis ARM terasa lebih mulus.
Sebagaimana dinyatakannya, "Rahasia Apple adalah terus memperbarui OS dan ekosistemnya. Sementara Microsoft memastikan semuanya tetap bisa berjalan selamanya."
Meski mengagumi MacBook Neo, Sinofsky menegaskan bahwa tidak perlu meningkatkan spesifikasi perangkat ini setiap tahun.
Ia menyatakan, "Neo tidak harus menjadi lebih baik. Ia hanya perlu tetap unggul," mencerminkan keyakinannya terhadap daya tahan performa MacBook Neo.
Dalam lima tahun ke depan, ia memprediksi bahwa MacBook Neo masih akan berada di kisaran harga USD 699 dengan performa yang lebih kuat berkat kemajuan teknologi chip.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: