Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 15:20 WIB

Asus Menghentikan Produksi Kartu Grafis RTX 5070 Ti Akibat Krisis Pasokan

Author

Asus Menghentikan Produksi Kartu Grafis RTX 5070 Ti Akibat Krisis Pasokan

Asus baru-baru ini mengumumkan penghentian produksi kartu grafis GeForce RTX 5070 Ti dan varian RTX 5060 Ti karena menghadapi masalah pasokan yang signifikan.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac

Kondisi ini telah menyebabkan kesulitan bagi peritel di Australia untuk memperoleh stok dari kedua produk tersebut.

Penghentian Produksi oleh Asus

Menurut kanal YouTube Hardware Unboxed, Asus telah secara resmi mengonfirmasi bahwa kedua model kartu grafis tersebut memiliki kendala pasokan yang memaksa mereka untuk menghentikan produksi.

Pernyataan ini memberikan sinyal mengenai tantangan serius yang dihadapi oleh produsen dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini

Tanggapan dari Nvidia

Nvidia, sebagai produsen chip GPU, mengatakan bahwa meskipun ada masalah pasokan dari Asus, mereka tetap dapat memproduksi chip GPU dengan baik.

Ben Berraondo, Direktur Global Public Relations GeForce Nvidia, menyatakan, 'Permintaan GeForce RTX sangat kuat dan pasokan memori sedang tertekan. Kami tetap mengirim seluruh SKU GeForce dan bekerja sama dengan pemasok untuk memaksimalkan ketersediaan memori.'

Dampak Krisis Memori Global

Krisis RAM yang berkepanjangan menjadi salah satu penyebab utama dari masalah ini, di mana Micron mengungkapkan bahwa penyesuaian kapasitas memori dapat berdampak pada volume produksi secara keseluruhan.

Di sisi lain, produsen lain seperti PNY disebutkan tetap melanjutkan pengiriman RTX 5070 Ti versi Dual-Slot Slim (DSS), dengan rencana distribusi yang akan dimulai pada Februari mendatang.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU