Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 17:55 WIB

Keamanan Terancam, Lebih dari Satu Miliar Pengguna Android Masih Gunakan Versi Lama

Author

Keamanan Terancam, Lebih dari Satu Miliar Pengguna Android Masih Gunakan Versi Lama

Lebih dari sepertiga pengguna Android di seluruh dunia masih menggunakan Android 13 atau versi yang lebih rendah, menimbulkan kekhawatiran dalam aspek keamanan dan pembaruan perangkat lunak.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video

Data terbaru dari StatCounter menunjukkan bahwa sekitar satu miliar perangkat Android beroperasi tanpa perlindungan keamanan resmi yang terbaru dari Google.

Kondisi Pengguna Android Saat Ini

Data menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga pengguna Android di dunia masih bergantung pada Android 13 atau versi di bawahnya. Hal ini menjadi masalah signifikan karena versi terbaru menawarkan pembaruan keamanan yang penting.

Dengan sekitar satu miliar perangkat yang tidak mendapatkan pembaruan resmi dari Google, situasi ini memicu kekhawatiran tentang keamanan informasi pengguna di seluruh dunia.

Data dari perusahaan keamanan siber, Zimperium, memperingatkan bahwa perangkat yang tidak mendapatkan patch rutin dapat menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Celah keamanan ini memungkinkan hacker mengeksploitasi data pribadi yang berharga.

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Dampak Keterlambatan Pembaruan

Keterlambatan dalam pembaruan perangkat berdampak pada peningkatan risiko bagi pengguna ponsel yang tidak dapat diupdate lagi. Misalnya, patch keamanan terbaru yang dirilis mengatasi 107 celah keamanan, termasuk yang berisiko tinggi, namun tetap terbuka bagi perangkat yang tidak didukung.

Keadaan ini menciptakan kesempatan bagi para peretas untuk mencuri informasi pribadi, termasuk data login dan keuangan pengguna. Panggilan untuk mengganti perangkat lama semakin mendesak mengingat gerak ancaman yang terus berkembang.

Sebagai perbandingan, hanya sekitar 10 persen pengguna iPhone di dunia yang tidak menerima pembaruan perangkat lunak resmi. Ini menunjukkan bahwa ekosistem Apple lebih efektif dalam menangani isu fragmentasi yang menghambat Android.

Fragmentasi di Ekosistem Android

Fragmentasi dalam ekosistem Android, di mana banyak produsen menggunakan varian chipset dan antarmuka masing-masing, mempersulit distribusi pembaruan. Setiap pembaruan harus disesuaikan dengan spesifikasi perangkat keras, yang sering mengakibatkan keterlambatan pengiriman patch keamanan.

Menurut Security Boulevard, fragmentasi menciptakan risiko yang signifikan, karena walaupun kerentanan sudah diketahui, perangkat tetap bisa dieksploitasi. Ini memberi kesempatan bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi jutaan perangkat yang rentan.

James Maude dari BeyondTrust menekankan bahwa celah yang semula tampak terbatas dapat berkembang menjadi alat serangan massal. Setelah celah tersebut dikenal luas, penyerangan terhadap perangkat-perangkat berisiko tersebut akan meningkat secara signifikan.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU