Perusahaan asal Amerika Serikat, InventWood, baru-baru ini meluncurkan Superwood, material inovatif yang diklaim 10 kali lebih kuat dari baja berdasarkan beratnya, dan enam kali lebih ringan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Material ini diprediksi akan merevolusi industri konstruksi dengan performa unggul serta dampak lingkungan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan baja.
Inovasi dan Pengembangan Superwood
Lebih dari satu dekade lalu, peneliti Liangbing Hu dari University of Maryland mulai mengubah kayu menjadi material yang lebih kuat. Penelitiannya berfokus pada selulosa, komponen penting dari serat tumbuhan yang memengaruhi kekuatan kayu.
Eksperimen pertama Hu menghasilkan kayu transparan setelah menghilangkan sebagian lignin, tetapi terobosan signifikan terjadi pada tahun 2017 dengan pengembangan metode perlakuan kimia yang diikuti oleh tekanan panas tinggi. Metode ini dimaksudkan untuk memperkuat selulosa dan memecah struktur sel kayu.
Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa rasio kekuatan terhadap berat Superwood melampaui banyak logam dan paduan struktural, membuka peluang baru untuk material berbasis kayu dalam konstruksi.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Kemampuan dan Aplikasi Superwood
InventWood kini memproduksi Superwood secara komersial di pabriknya di Frederick, Maryland. CEO perusahaan, Alex Lau, menyatakan bahwa Superwood 'berperilaku seperti kayu, tetapi jauh lebih kuat dan ringan.'
Penggunaan Superwood dapat membuat bangunan hingga empat kali lebih ringan, serta meningkatkan kemudahan dalam proses konstruksi dan ketahanan terhadap gempa. Perusahaan berencana fokus pada aplikasi luar ruangan seperti dek dan pelapis dinding.
Di tahun mendatang, InventWood akan memperluas penggunaan Superwood dalam interior bangunan, termasuk panel dinding, lantai, dan furnitur. Material ini juga dapat menggantikan komponen logam seperti sekrup dan paku, memberikan berbagai aplikasi baru dalam konstruksi.
Dampak Lingkungan dan Tantangan
Meski memiliki jejak karbon yang lebih besar dibandingkan kayu biasa, proses produksi Superwood menghasilkan emisi 90% lebih rendah dibandingkan baja. Ini menegaskan komitmen InventWood untuk menjadikannya pesaing baja.
Superwood dimodifikasi di tingkat molekuler, memberikan kekuatan dan fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan kayu rekayasa lainnya. Proses ini bisa diterapkan pada 19 jenis kayu dan bambu, memperlebar jangkauan penggunaannya.
Tren konstruksi berbasis kayu semakin meluas, dengan pencakar langit kayu muncul di berbagai kota big cities. Menurut Profesor Philip Oldfield dari University of New South Wales, 'Superwood dapat memungkinkan arsitek merancang struktur yang lebih luas,' tetapi industri masih memerlukan edukasi dan dukungan regulatori untuk memperluas penggunaan material ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: