BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 15:10 WIB

Transformasi Status Pluto: Dari Planet ke Planet Kerdil

Transformasi Status Pluto: Dari Planet ke Planet KerdilTransformasi Status Pluto: Dari Planet ke Planet Kerdil

Pluto, yang dahulu dijuluki sebagai planet kesembilan, mengalami perubahan status pada tahun 2006. Hal ini terjadi setelah International Astronomical Union (IAU) mengeluarkan definisi baru tentang planet.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video

Keputusan tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan astronom serta penggemar ilmu luar angkasa. Memahami kriteria karya ilmiah di balik perubahan ini memberikan wawasan lebih dalam tentang posisi Pluto di tata surya.

Perubahan Definisi Planet

Pada tahun 2006, IAU merilis definisi planet yang menetapkan tiga kriteria utama. Suatu objek dapat dikategorikan sebagai planet jika ia mengorbit matahari, berbentuk bulat akibat gravitasi, dan telah membersihkan orbitnya dari objek lain.

Pluto hanya memenuhi dua dari tiga kriteria tersebut, yakni mengorbit matahari dan memiliki bentuk bulat. Namun, Pluto tidak dapat dikatakan telah 'membersihkan' lingkungan orbitnya, karena terdapat banyak objek lain di sekitarnya yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper.

Akibat dari definisi anyar ini, status Pluto mengalami penurunan, beralih dari planet menjadi 'planet kerdil'. Selain Pluto, beberapa objek lain di Sabuk Kuiper juga memperoleh kategori serupa.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Karakteristik Pluto

Pluto memiliki banyak karakteristik yang membuatnya berbeda dari planet-planet lain dalam tata surya. Dengan diameter sekitar 2.377 kilometer, Pluto jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bumi yang memiliki diameter 12.742 kilometer.

Komposisi Pluto yang didominasi es dan batuan memberikan tampilan yang unik. Karakteristik ini membuat Pluto menjadi objek yang menarik bagi para ilmuwan, meskipun tidak lagi memenuhi kriteria planet.

Misi New Horizons yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2006 telah memberikan wawasan baru tentang Pluto. Flyby pada tahun 2015 mengungkap rincian permukaan dan atmosfer Pluto yang sebelumnya tidak diketahui, meningkatkan pemahaman ilmiah mengenai benda langit ini.

Dampak Keputusan IAU dan Pandangan Ilmiah

Langkah IAU untuk mengubah status Pluto memunculkan beragam reaksi di komunitas ilmiah dan masyarakat luas. Beberapa ilmuwan menyokong keputusan ini, berargumen bahwa definisi yang jelas diperlukan untuk konsistensi dalam pengategorian objek di tata surya.

Namun, banyak yang merasa bahwa Pluto masih layak disebut sebagai planet berdasarkan ukuran sejarah dan budaya. Status Pluto sebagai planet kerdil terus menimbulkan diskusi dan menjadi bahan kajian di kalangan astronom.

Perubahan status ini juga mendorong penelitian lebih lanjut terkait objek-objek lain di Sabuk Kuiper. Para astronom kini berupaya melakukan eksplorasi lebih dalam untuk memahami karakteristik serta potensi objek lain dalam tata surya.

Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Transformasi Status Pluto: Dari Planet ke Planet Kerdil

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!