BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:32 WIB

Persaingan Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa antara Elon Musk dan Jeff Bezos

Persaingan Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa antara Elon Musk dan Jeff BezosPersaingan Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa antara Elon Musk dan Jeff Bezos

Elon Musk dan Jeff Bezos sedang bersaing untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa. Inisiatif ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang dilakukan oleh kedua miliuner tersebut melalui perusahaan mereka masing-masing.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Blue Origin milik Bezos berfokus pada inovasi pusat data di luar angkasa. Di sisi lain, SpaceX berencana memanfaatkan satelit Starlink untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat.

Pengembangan Pusat Data oleh Blue Origin

Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, telah mengembangkan teknologi untuk pusat data AI di luar angkasa selama lebih dari setahun. Menurut laporan dari The Wall Street Journal, proyek ini dimaksudkan untuk memanfaatkan ruang angkasa untuk komputasi berdaya tinggi.

Bezos memprediksi bahwa pusat data berskala gigawatt dapat dibangun di luar angkasa dalam waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Ia meyakini bahwa penggunaan sumber energi surya di luar angkasa akan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Inovasi SpaceX dengan Teknologi Starlink

SpaceX, di bawah kepemimpinan Elon Musk, berencana untuk meningkatkan kemampuan satelit Starlink dengan menampung muatan komputasi AI. Laporan dari New York Post menunjukkan bahwa ini berhubungan dengan penilaian valuasi SpaceX yang mencapai US$800 miliar.

Musk membantah bahwa perusahaan sedang mencari pendanaan dalam valuasi besar tersebut, yang dianggapnya tidak akurat. Fokus utama SpaceX tetap pada pengembangan teknologi yang mendukung inisiatif ini.

Tantangan dan Potensi Pusat Data di Ruang Angkasa

Tingginya permintaan akan listrik dan sumber daya untuk mendinginkan server di Bumi telah menarik perhatian terhadap pembangunan pusat data orbital. Google juga diketahui merencanakan pembangunan pusat data di luar angkasa pada tahun 2027.

Dengan memanfaatkan tenaga surya dan pengurangan biaya peluncuran roket, Google berencana untuk menempatkan sekitar 80 satelit bertenaga surya di orbit yang cocok. Namun, tantangan seperti emisi karbon dari peluncuran roket dan dampaknya terhadap pengamatan astronomi masih harus dihadapi.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menjaga Kesehatan dan Kualitas Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Persaingan Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa antara Elon Musk dan Jeff Bezos

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!