BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

Satelit NISAR Resmi Beroperasi, Siap Mengumpulkan Data Ilmiah

Satelit NISAR Resmi Beroperasi, Siap Mengumpulkan Data IlmiahSatelit NISAR Resmi Beroperasi, Siap Mengumpulkan Data Ilmiah

Satelit radar pengamatan bumi terbaru dari NASA, NISAR, telah resmi mengorbit dan memasuki fase pengumpulan data ilmiah bulan ini.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac

Selain itu, NISAR merupakan kolaborasi strategis antara NASA dan ISRO India, menjadi platform radar SAR dual-band ambisius dalam pengamatan bumi.

Kemampuan Citra Awal NISAR

Citra-citra awal dari NISAR menunjukkan kemampuan untuk merekam detail dengan akurasi tinggi. Contohnya, visualisasi Mount Desert Island di Maine memperlihatkan kontur penutup lahan secara jelas.

NISAR dapat membedakan hutan dari lahan terbuka dan permukiman. Hal serupa terlihat pada citra dari North Dakota, di mana pola plot pertanian dan hutan dapat diidentifikasi, bahkan untuk unit penggunaan lahan yang kecil.

Secara geospasial, kemampuan ini menandai peningkatan signifikan dalam klasifikasi penutup lahan dan deteksi perubahan yang terjadi.

Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji

Instrumen Kunci NISAR

NISAR dilengkapi dengan dua radar utama sebagai instrumen kunci. L-band yang beroperasi pada panjang gelombang 24 cm, mampu penetrasi kanopi hutan, mengukur kelembapan tanah, serta mendeteksi gerakan permukaan.

Kemampuan radar ini memungkinkan pengawasan proses tektonik dan vulkanik dengan presisi lebih tinggi dibandingkan dengan satelit sebelumnya. Sementara itu, S-band dari ISRO beroperasi pada panjang gelombang 10 cm, efektif untuk memantau agrikultur.

Sistem ini sangat sensitif terhadap vegetasi kecil dan dapat menilai kesehatan ekosistem padang rumput.

Fasilitas dan Keunggulan Operasional NISAR

NISAR memiliki antena reflektor berdiameter 12 meter yang memberikan jangkauan swath 242 km, sehingga efektivitas pemetaan area luas dalam satu lintasan orbit sangat tinggi. Satelit ini berada pada orbit polar sun-synchronous di ketinggian 747 km.

Dengan siklus ulang 12 hari, NASA menargetkan L-band operasional selama minimal tiga tahun. Sementara itu, ISRO menetapkan lima tahun untuk S-band.

Dalam upaya meningkatkan akurasi geospasial, Australian Antarctic Division juga sedang memasang corner reflector di beberapa lokasi di Antarktika.

Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Satelit NISAR Resmi Beroperasi, Siap Mengumpulkan Data Ilmiah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!