Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjanjikan perubahan bagi Indonesia, namun ada kekhawatiran tentang masa depannya sebagai kota baru. Meski memiliki infrastruktur modern, IKN berisiko menjadi kota hantu jika pembangunan tidak berjalan sesuai harapan.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Pengunjung menikmati kemodernan IKN yang bersih, namun banyak yang merasakan ketenangan aneh akibat suasana sepi. Harapan agar IKN dapat memenuhi visi sebagai ibu kota baru Indonesia tetap ada, meski tantangan di depan mata.
Kondisi IKN dan Harapan Wisatawan
Dalam kunjungan ke IKN, seorang wisatawan asal Sulawesi, Clariza, mencatat, 'Rasanya seperti Singapura. Bersih, modern, seperti sesuatu yang mustahil di tengah hutan.' Meskipun ia mengagumi infrastruktur yang ada, Clariza juga merasakan ketidaknyamanan akibat kesunyian kawasan tersebut.
Optimisme terhadap IKN sebagai ibu kota baru Indonesia disampaikan oleh Clariza, yang berharap transformasi pembangunan dapat lebih banyak terkonsentrasi tidak hanya di Pulau Jawa. 'Bagi kami yang tinggal di wilayah timur, terasa lebih terpusat kalau ibu kota berada di sini,' ujarnya.
Meskipun berbagai fasilitas seperti Istana Garuda dan Taman Kusuma Bangsa sudah terbangun, Clariza menambahkan, 'Tapi juga terasa aneh dan sepi. Belum ada siapa-siapa di sini.' Hal ini menunjukkan kekhawatiran atas masa depan kawasan tersebut.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Perkembangan Infrastruktur dan Target Pemerintah
Dalam rangka mewujudkan IKN sebagai ibu kota baru, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 menetapkan target konkret pembangunan dalam tiga tahun ke depan. Ini termasuk pengembangan kawasan inti pusat pemerintahan seluas 800-850 hektare dan pencapaian 20% pembangunan gedung di IKN.
Perpres tersebut juga menyebutkan bahwa pembangunan hunian yang layak dan terjangkau harus mencapai 50%. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga diusulkan untuk mengadakan kantornya di IKN, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam percepatan pembangunan.
Selama libur Lebaran 2025, IKN tercatat dikunjungi 64 ribu pelancong, menandakan adanya minat yang signifikan terhadap kawasan tersebut di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara.
Dampak Pembangunan bagi Komunitas Lokal
Masyarakat lokal, termasuk suku Balik yang tinggal di tepi Sungai Sepaku, menghadapi dampak langsung dari pembangunan IKN. Arman, seorang petani dan nelayan lokal, mengungkapkan kekhawatiran mengenai perubahan lingkungan dan bencana banjir yang semakin parah akibat proyek tersebut.
'Air itu hanya mengalir ke IKN,' keluh Arman, menyoroti kesulitan akses air bersih yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Meskipun mereka tidak mendapatkan fasilitas yang sama dengan yang ada di IKN, mereka tetap berharap akan ada keuntungan yang bisa dirasakan dari keberadaan ibu kota baru.
'Kalau proyek ini berhenti, kami kehilangan segalanya, tetapi kalau terus berjalan tanpa melibatkan kami, kami juga kehilangan,' tegas Arman, menunjukkan dilema antara kemajuan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Soal Royalti Lagu di DPR RI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: