BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 12:35 WIB

Ketegangan Jepang-China Berdampak Pada Pariwisata Jepang

Ketegangan Jepang-China Berdampak Pada Pariwisata JepangKetegangan Jepang-China Berdampak Pada Pariwisata Jepang

Hubungan antara Jepang dan China kembali memanas, segera setelah pernyataan kontroversial dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Hal ini berimplikasi besar pada sektor pariwisata, dengan pemerintah China mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video

Jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Jepang mengalami penurunan signifikan, menciptakan kekhawatiran di kalangan pelaku industri pariwisata. Ketegangan politik ini jelas membawa dampak langsung terhadap perekonomian Jepang.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan antara Jepang dan China mencuat kembali, terutama setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Pada rapat parlemen pada 7 November 2025, Takaichi menegaskan bahwa potensi penggunaan kekuatan militer China dalam konteks Taiwan adalah ancaman bagi Jepang.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan mengingat hukum keamanan Jepang yang diundangkan pada 2015, yang memungkinkan Jepang untuk mengerahkan pasukan dalam situasi darurat. Respon dari pemerintah China cukup tegas, menyebut pernyataan itu sebagai campur tangan dalam urusan internal mereka.

Hal ini menciptakan ketegangan baru yang memicu kekhawatiran di tingkat internasional, dengan banyak pengamat yang mempertanyakan dampak jangka panjang dari konflik ini.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac

Dampak Terhadap Pariwisata Jepang

Peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah China memberi sinyal penurunan drastis dalam jumlah wisatawan China yang mengunjungi Jepang. Menurut data dari Citi, Jepang merupakan destinasi favorit keempat untuk wisatawan China dengan sekitar 7 juta kunjungan pada Januari hingga November 2024.

Namun, setelah pernyataan Takaichi, terjadi dampak langsung pada pasar saham, di mana perusahaan-perusahaan pariwisata Jepang seperti Isetan Mitsukoshi dan Japan Airlines mengalami penurunan saham masing-masing sebesar 10,7% dan 4,4%.

Situasi ini menggambarkan seberapa rentannya sektor pariwisata terhadap ketegangan diplomatik, dengan banyak pengusaha lokal yang khawatir akan kelanjutan dampaknya.

Respon China dan Jepang terhadap Ketegangan

Menanggapi situasi ini, pemerintah China telah mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang, serta meningkatkan kewaspadaan bagi pelajar China yang studi di sana. Ini menunjukkan keprihatinan yang mendalam mengenai keselamatan warganya.

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, meminta agar China mengambil langkah yang lebih proporsional dan bijaksana. Dia juga menjelaskan bahwa pejabat tinggi dari kedua negara akan bertemu pada 18 November 2025 untuk mencari jalan keluar dari situasi yang kian memanas.

Pertemuan ini diyakini menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan dan membuka dialog antara kedua negara.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketegangan Jepang-China Berdampak Pada Pariwisata Jepang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!