Industri komputer di seluruh dunia mengalami kesulitan akibat krisis memori global, yang memengaruhi harga PC dan laptop secara signifikan.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Laporan terbaru dari Gartner menunjukkan bahwa dampak ini bisa terus berlanjut hingga tahun 2028, terutama untuk perangkat entry-level.
Lonjakan Harga Komponen Memori
Harga RAM dan komponen memori lainnya telah meningkat tajam, menyebabkan biaya produksi PC melambung. Menurut Gartner, proporsi biaya memori terhadap total biaya komponen diperkirakan mencapai 23% pada tahun 2026, naik dari 16% pada tahun sebelumnya.
Kenaikan tidak terduga ini membuat harga jual perangkat keras meningkat, yang berpotensi mengakibatkan perubahan besar dalam pilihan yang tersedia untuk konsumen.
Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini
Persepsi dan Penjualan di Pasar
Analis Gartner, Atrwal, menyampaikan bahwa pengiriman PC global diproyeksikan akan turun hingga 10,4% pada tahun 2026 akibat meningkatnya biaya memori. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi para vendor dalam menyesuaikan harga tanpa mengorbankan marjin keuntungan.
Kenaikan biaya ini sudah mulai memengaruhi pola konsumsi dan pilihan konsumen, sehingga banyak yang mungkin menunda pembelian atau beralih ke alternatif lain.
Reaksi Vendor Terhadap Krisis
Vendor-dianjurkan untuk tidak menyerap biaya tambahan yang timbul akibat krisis memori demi menjaga profitabilitas. Meskipun penjualan diperkirakan akan turun, Gartner mencatat bahwa menjaga marjin adalah langkah yang lebih bijaksana daripada berfokus pada volume penjualan.
Kebijakan harga yang bijaksana akan menjadi kunci bagi distributor dan manufaktur agar tetap kompetitif di pasar yang kondisi ekonominya tidak dapat diprediksi.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: