Selasa, 03 MARET 2026 • 10:57 WIB

Menyikapi Tantangan dan Peluang Kerja di Era Kecerdasan Buatan

Author

Menyikapi Tantangan dan Peluang Kerja di Era Kecerdasan Buatan

Isu tentang kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi menggantikan pekerjaan manusia tengah menjadi perbincangan hangat. Banyak yang beranggapan perubahan ini membawa dampak negatif, namun PT Telkom Indonesia Tbk mengungkapkan pandangan yang berbeda.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Menurut Executive General Manager Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa, meskipun ada pekerjaan yang tergantikan, AI justru dapat menciptakan peluang kerja baru dengan syarat bahwa individu mau beradaptasi.

Pergeseran Kompetensi dalam Era AI

Komang Budi Aryasa menjelaskan bahwa persepsi bahwa AI sepenuhnya menggantikan manusia perlu dilihat dengan hati-hati. Sebenarnya, transisi ini mengarah pada pergeseran kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja.

Dia mengidentifikasi kelompok yang paling rentan adalah mereka yang enggan beradaptasi dengan teknologi terbaru, termasuk AI. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan teknis menjadi sangat penting.

"Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI," ungkapnya, menekankan urgensi pendidikan dan pelatihan dalam menghadapi perubahan ini.

Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga

Peluang Baru di Tengah Disrupsi

Telkom mendorong masyarakat untuk aktif mempelajari alat-alat AI yang tersedia. Komang menekankan pentingnya usaha untuk meningkatkan kapabilitas agar tetap relevan.

"Kita harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools-tools AI yang ada. Jadi jangan diam," ujarnya, mengajak semua pihak untuk membuka diri terhadap pembelajaran baru.

Contoh spesifik juga diberikan, terutama dalam konteks jurnalisme yang perlu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar tetap mampu bersaing.

Pekerjaan Repetitif dan Otomatisasi

Komang mengakui bahwa pekerjaan yang bersifat repetitif telah lama tergantikan oleh otomatisasi dan AI, terutama di sektor manufaktur. Hal ini menunjukkan perlunya perubahan peran kerja menuju posisi yang lebih strategis.

"Pekerjaan-pekerjaan yang repeat ya, berulang, digantikan oleh AI, seperti di pabrik-pabrik itu kan sudah digantikan dengan robot ya," jelasnya, menggarisbawahi perubahan yang signifikan dalam industri.

Keahlian dalam mengoperasikan alat AI diharapkan bisa membantu tenaga kerja di sektor-sektor baru untuk berkontribusi dengan cara yang belum ada sebelumnya.

Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU