NASA memberikan jawaban atas pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai UFO dan fenomena udara tak dikenal (UAP). NASA menegaskan pentingnya komitmen terhadap sains yang terbuka dan transparan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Diskusi tentang UFO mengemuka setelah mantan Presiden Obama juga mengungkapkan pemikirannya tentang kemungkinan kehidupan extraterrestrial. NASA menekankan perlunya keterbukaan informasi, walaupun dengan adanya batasan tertentu.
Pengantar Isu UFO dan UAP
Isu mengenai UFO kembali hangat setelah Barack Obama dan Donald Trump mengeluarkan pernyataan berdekatan. Hal ini menyoroti kekhawatiran publik mengenai transparansi pemerintah terkait fenomena udara tak dikenal.
Dalam sebuah podcast, Obama menyatakan, 'Mereka nyata, tapi saya belum pernah melihatnya,' yang mengarah kepada kemungkinan adanya makhluk luar angkasa. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung bahwa makhluk tersebut telah mengunjungi Bumi selama masa jabatannya.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Reaksi Donald Trump
Donald Trump merespon komentar Obama saat memberikan wawancara di penerbangan menuju Georgia. Dalam wawancara tersebut, Trump menganggap bahwa Obama telah melakukan kesalahan besar dengan mengungkap informasi yang dapat dianggap sebagai rahasia negara.
Trump juga berencana untuk memerintahkan lembaga pemerintah guna mengidentifikasi dan merilis dokumen terkait UFO dan UAP yang selama ini dianggap terklasifikasi. Ini menunjukkan niatnya untuk mendorong transparansi lebih lanjut dalam isu ini.
Komitmen NASA dan Batasan Informasi
Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris Pers NASA, Bethany Stevens, berbicara tentang komitmen lembaganya terhadap prinsip sains terbuka. Ia menekankan pentingnya transparansi data agar publik dapat berinovasi dengan hasil penelitian yang ada.
Walaupun demikian, NASA mengakui bahwa tidak semua informasi bisa dirilis untuk umum. Data tertentu mungkin tergolong sensitif dan tunduk pada regulasi hukum, termasuk Undang-Undang Privasi.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: