Pertumbuhan pesat kecerdasan buatan generatif telah melahirkan banyak startup baru, tetapi hanya sedikit yang memiliki model bisnis yang dapat bertahan di pasar jangka panjang.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Dua tipe startup yang diperkirakan akan kehilangan peminat di masa depan adalah LLM wrapper dan agregator AI.
Model Bisnis LLM Wrapper
LLM wrapper adalah jenis startup yang mengembangkan produk yang beroperasi di atas platform-model AI seperti GPT, Claude, atau Gemini tanpa memiliki hak kekayaan intelektual yang solid.
Startup ini biasanya menggunakan AI untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar, namun mereka tidak memiliki diferensiasi yang kuat.
Darren Mowry, VP Google Cloud, memperingatkan bahwa jika startup hanya menciptakan "cover" dari model yang sudah ada, masa depan mereka akan suram.
Penting bagi startup untuk memiliki keunggulan kompetitif yang kuat agar dapat bertahan dalam persaingan yang ketat di pasar.
Kriteria Diferensiasi dalam Startup AI
Dua contoh startup LLM wrapper yang memiliki diferensiasi kuat adalah Cursor, yang berfungsi sebagai asisten pengkodean berbasis GPT, dan Harvey AI, yang fokus di bidang hukum.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan
Mowry menassertifkan pentingnya diferensiasi dalam menciptakan nilai tambah yang mampu menarik perhatian pengguna.
Kurangnya inovasi bisa membuat startup ini berpotensi hilang dari visibilitas pasar yang semakin padat.
Dengan pendekatan yang inovatif, startup dapat meningkatkan peluang untuk bertahan dan meraih sukses.
Model Bisnis AI Aggregator dan Tantangannya
Satu lagi model bisnis yang diramalkan bakal sepi peminat adalah AI aggregator, yang menyatukan berbagai model AI dalam satu antarmuka atau API.
Perusahaan yang menerapkan model ini biasanya menyediakan lapisan orkestrasi lengkap dengan alat pemantauan dan evaluasi, namun ini sering kali tidak mencukupi.
Mowry mencatat bahwa hanya menyediakan akses ke banyak model tidaklah memadai, karena pengguna saat ini mencari integrasi kompleks berdasarkan konteks dan pemahaman domain.
Beliau menyarankan perusahaan rintisan untuk "jauhi bisnis agregator", karena permintaan akan kekayaan intelektual yang terintegrasi semakin meningkat.
Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: