Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 21:30 WIB

BMW Lakukan Penarikan Besar-Besaran Terhadap 575 Ribu Kendaraan Akibat Risiko Kebakaran

Author

BMW Lakukan Penarikan Besar-Besaran Terhadap 575 Ribu Kendaraan Akibat Risiko Kebakaran

BMW baru saja mengumumkan recall besar-besaran yang melibatkan sekitar 575 ribu unit mobil di seluruh dunia karena potensi risiko kebakaran yang berkaitan dengan sistem starter.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17

Proses recall ini akan dilakukan berdasarkan nomor identifikasi kendaraan (VIN), sehingga tidak semua model terkait secara otomatis akan terkena dampak.

Detail Masalah pada Sistem Starter

Pabrikan asal Jerman tersebut telah mengidentifikasi adanya kemungkinan kesalahan produksi pada komponen magnetic switch di starter motor. Dalam beberapa situasi, terutama pada kendaraan yang sering dinyalakan, komponen ini dapat mengalami keausan yang berlebihan.

Gejala awal dari masalah ini dapat bervariasi, seperti mesin yang sulit dinyalakan atau bahkan gagal start. Namun, dalam kondisi ekstrem, keberadaan abrasi logam pada magnetic switch berpotensi menyebabkan hubungan arus pendek.

Risiko korsleting ini dapat menciptakan panas di area starter, yang dalam kasus tertentu bisa berkembang menjadi risiko kebakaran, bahkan saat kendaraan sedang beroperasi.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Model Mobil yang Terkena Recall

Data yang dirilis menunjukkan bahwa recall ini mencakup beberapa model BMW populer, termasuk 2 Series, 3 Series, 4 Series, dan X5. Model Z4 juga tercatat dalam daftar yang terkena dampak, serta menimbulkan risiko bagi Toyota Supra generasi terbaru karena kesamaan teknis.

Model-model tersebut memiliki komponen starter yang diproduksi antara Juli 2020 hingga Juli 2022, meskipun ada kemungkinan komponen serupa dipasang setelah periode tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemantauan kualitas komponen di pasaran.

Seiring dengan pengumuman recall, BMW berkomitmen untuk mengganti unit starter pada kendaraan yang teridentifikasi bermasalah dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem terkait.

Saran dan Prosedur Bagi Pemilik Kendaraan

BMW merekomendasikan pemilik kendaraan yang terpengaruh untuk tidak membiarkan mobil menyala tanpa pengawasan, terutama setelah menggunakan fitur remote start. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko kebakaran jika terjadi overheat pada sistem starter.

Selain penggantian komponen starter, dalam beberapa kasus, baterai kendaraan juga mungkin diganti apabila ada indikasi kerusakan akibat panas berlebih. Proses perbaikan ini diestimasi memerlukan waktu sekitar dua jam di bengkel resmi BMW.

Pemilik BMW disarankan untuk segera memeriksa nomor rangka kendaraan mereka melalui saluran resmi dan menjadwalkan kunjungan ke dealer jika kendaraan terindikasi terdampak. Recall ini bukan hanya sekadar prosedur administratif, tetapi langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU