Elon Musk, pendiri SpaceX, kini mengalihkan fokus timnya dari ambisi menjelajahi Mars menuju pembangunan kota di Bulan. Langkah ini dipandang sebagai rencana yang lebih realistis dan dapat direalisasikan dalam waktu kurang dari satu dekade.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Dalam pernyataannya di platform X, Musk menegaskan bahwa tujuan utama saat ini adalah membangun 'kota yang dapat tumbuh secara mandiri di Bulan'.
Perpindahan Fokus dari Mars ke Bulan
SpaceX kini mengutamakan rencana pembangunan kota di Bulan. Musk berpendapat bahwa pencapaian ini jauh lebih dapat dijangkau daripada target koloni di Mars yang lebih ambisius.
Dalam unggahannya, Musk menyatakan, "Prioritas utama adalah mengamankan masa depan peradaban dan Bulan bisa dicapai lebih cepat," menekankan keunggulan waktu perjalanan ke Bulan yang lebih singkat.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial
Rencana dan Komitmen Masa Depan
Musk menjelaskan bahwa misi ke Mars memerlukan keselarasan planet yang terjadi setiap 26 bulan, yang menyebabkan waktu perjalanan menjadi lebih lama.
Meskipun ada fokus baru ini, Musk tetap berkomitmen untuk mengejar pembangunan kota di Mars dalam jangka waktu lima hingga tujuh tahun ke depan, meskipun hal ini berbeda dari pencapaian yang sebelumnya lebih optimis.
Dinamika Politik dan Tantangan Program Artemis
Perubahan arah fokus Musk ini mencuat di tengah dinamika politik dan kontroversi terkait misi Bulan yang diprakarsai NASA. Misi ini berambisi untuk membawa manusia kembali ke Bulan pada tahun 2028.
Musk, yang dikenal vokal mendukung ide kolonisasi Mars, juga berperan dalam proyek pembangunan wahana pendarat Bulan yang dikerjakan SpaceX dalam program Artemis, sekaligus mencatat tantangan dalam pengembangan Starship.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: