Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 13:37 WIB

Kacamata Pintar: Masa Depan Perangkat Komputasi yang Menjanjikan

Author

Kacamata Pintar: Masa Depan Perangkat Komputasi yang Menjanjikan

Perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka percaya bahwa kacamata pintar akan menjadi perangkat utama yang menggeser fungsi smartphone di masa mendatang. Prediksi ini datang dari pemimpin industri yang telah mengamati perubahan signifikan dalam teknologi.

Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League

Dengan dukungan kecerdasan buatan, kacamata pintar diharapkan memberikan akses informasi yang lebih praktis, tanpa perlu menggunakan layar ponsel. Perkembangan ini juga terlihat dari semakin banyaknya produk komersial yang diluncurkan ke pasar.

Prediksi Masa Depan Kacamata Pintar

Mark Zuckerberg, CEO Meta, menyampaikan keyakinannya bahwa permintaan akan kacamata pintar akan melonjak dalam dekade mendatang. Dalam acara Meta Connect, ia menyatakan, "Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya."

Berdasarkan analisis, tahun 2026 diperkirakan akan menjadi titik balik untuk kebangkitan kacamata pintar. Produk ini diharapkan dapat menawarkan interaksi yang lebih alami dengan kecerdasan buatan, menjadikannya alternatif yang lebih baik dibandingkan penggunaan smartphone.

Namun, ada tantangan yang perlu diatasi untuk adopsi yang luas. Menurut Misa Zhu, CEO Rokid, tantangan tersebut meliputi pengembangan kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan yang harus seimbang agar kacamata pintar dapat diterima oleh konsumen.

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Perkembangan Teknologi Kacamata Pintar

Rokid baru-baru ini meluncurkan AI Glasses Style di pasar AS dan Jerman, membawa inovasi baru dalam penggunaan kacamata. Perangkat ini dilengkapi dengan kamera 12 megapiksel dan integrasi ChatGPT 5.2 yang memungkinkan perintah audio dan visual.

Masa pakai baterai kacamata ini dirancang untuk bertahan lima jam saat panggilan dan enam jam saat mendengarkan musik, memberikan pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel. Dengan harga sekitar US$299, atau setara Rp5.023.300, produk ini bersaing dengan harga yang relatif terjangkau.

Sementara itu, Alibaba berencana meluncurkan Quark AI Glasses pada akhir 2025 di China. Kacamata ini dirancang untuk memungkinkan pengguna melakukan panggilan tanpa menggunakan tangan serta menawarkan fitur terjemahan bahasa secara real-time.

Kompetisi Dalam Industri Kacamata Pintar

Industri kacamata pintar sedang memasuki fase persaingan yang semakin ketat, dengan banyak nama besar dalam teknologi yang ikut serta. Selain Meta dan Rokid, perusahaan seperti Xiaomi, Google, dan Samsung juga sedang mengembangkan produk serupa.

Alibaba, sebagai salah satu pemimpin dalam bidang AI di China, mengkonfirmasi bahwa Quark AI Glasses mereka akan terintegrasi dengan layanan ekosistem seperti Alipay dan Taobao. Hal ini menunjukkan bahwa kacamata pintar semakin dilihat sebagai inovasi penting dalam komputasi masa depan.

Walaupun smartphone saat ini masih mendominasi pasar, keberadaan produk baru ini menunjukkan adanya pergeseran nyata menuju perangkat wearable. Seiring dengan kemajuan teknologi, kacamata pintar memiliki potensi untuk menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU