Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 14:30 WIB

Inovasi Baterai Samsung: Mengembangkan Kapasitas 20.000 mAh dengan Teknologi Silicon-Carbon

Author

Inovasi Baterai Samsung: Mengembangkan Kapasitas 20.000 mAh dengan Teknologi Silicon-Carbon

Samsung sedang dalam proses pengembangan baterai smartphone berkapasitas raksasa 20.000 mAh dengan memanfaatkan material Silicon-Carbon. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk menghadapi persaingan yang ketat di pasar baterai smartphone.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Sementara merek-merek seperti Honor, Vivo, dan Xiaomi telah lebih dulu mengadopsi teknologi serupa, langkah Samsung menunjukkan keinginan besar untuk meraih perhatian pasar yang semakin kompetitif.

Pengembangan dan Teknologi Baterai

Samsung diketahui tengah menguji baterai dengan kapasitas monumental 20.000 mAh. Menurut informasi dari sumber di media sosial X, baterai ini menggunakan desain Dual-Cell yang terdiri dari dua sel berbeda, satu dengan kapasitas 12.000 mAh dan satu lagi 8.000 mAh.

Sel utama memiliki ketebalan 6,3 mm, sedangkan sel sekunder lebih tipis dengan ketebalan 4 mm. Kombinasi ini memungkinkan kapasitas total baterai mencapai 20.000 mAh, menjadikannya salah satu yang terbesar saat ini.

Hasil pengujian prototipe menunjukkan kemampuan baterai ini mampu mencapai Screen-on-Time (SOT) hingga 27 jam. Selain itu, baterai ini bertahan hingga 960 siklus pengisian daya dalam setahun, yang menjadi indikasi efisiensi teknologi yang sedang dikembangkan.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Masalah dan Tantangan yang Dihadapi

Pengembangan baterai ini tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi tim Samsung. Terdapat laporan mengenai masalah ketahanan baterai selama pengujian intensif, khususnya pada sel kedua berkapasitas 8.000 mAh.

Sel tersebut mengalami pembengkakan, yang menyebabkan ketebalannya meningkat dari 4 mm menjadi 7,2 mm. Masalah ini menjadi titik perhatian yang perlu diatasi agar produk akhirnya dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, masalah ini juga membuka peluang bagi inovasi lebih lanjut untuk memperbaiki teknologi yang ada. Serta, keberhasilan dalam pengujian ketahanan sangat penting untuk produk yang siap diluncurkan nantinya.

Persaingan di Pasar Smartphone

Samsung dianggap telah terlambat dalam memanfaatkan teknologi Silicon-Carbon jika dibandingkan dengan pesaingnya seperti Honor dan Xiaomi. Keberhasilan rival yang telah meluncurkan baterai besar pada perangkat tipis menjadi dorongan bagi Samsung untuk lebih cepat beradaptasi.

Teknologi Silicon-Carbon menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai Lithium-ion konvensional. Ini memungkinkan produsen untuk memproduksi perangkat yang lebih ramping tanpa mengorbankan kapasitas baterai.

Dengan pengembangan baterai 20.000 mAh, Samsung berusaha mengejar ketertinggalan dan kemungkinan akan melampaui kompetitornya. Langkah ini mencerminkan strategi perusahaan yang berfokus pada inovasi dan pengembangan produk dengan daya saing tinggi.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU