Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 13:48 WIB

Pemanggilan Pandji Pragiwaksono untuk Klarifikasi Kontroversi Materi 'Mens Rea'

Author

Pemanggilan Pandji Pragiwaksono untuk Klarifikasi Kontroversi Materi 'Mens Rea'

Polda Metro Jaya telah mengatur pemanggilan komika Pandji Pragiwaksono untuk menjelaskan tayangannya yang berjudul 'Mens Rea'. Pemanggilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 Februari 2026.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengindikasikan bahwa enam laporan telah diterima terkait konten yang dinilai kontroversial, dengan rincian lima laporan polisi dan satu aduan masyarakat.

Detail Laporan yang Diterima

Laporan pertama terkait tayangan 'Mens Rea' diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan ini diterima pada 8 Januari 2026 dan tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Setelah laporan tersebut, dua hari kemudian, seorang pelapor berinisial BU juga menyampaikan pengaduan terkait konten yang dianggap sama. Selanjutnya, pada 16 Januari 2026, FW melaporkan Pandji juga terkait masalah yang sama.

Tidak hanya itu, seorang pemuka agama dari Front Pembela Islam (FPI) bernama Ustadz Habib Novel Chaidir Hasan turut melaporkan masalah ini. Terakhir, Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten juga mengajukan laporan dengan perwakilan Sudirman.

Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Aspek Hukum yang Diberlakukan

Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa seluruh laporan berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum, seperti penghasutan dan penghinaan agama. Tindakan ini diatur dalam berbagai pasal hukum, termasuk Pasal 300, Pasal 301, dan Pasal 242 KUHP.

Selain itu, Pasal 28 dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juga menjadi referensi untuk proses hukum yang sedang berlangsung. Penyidik sejauh ini telah meminta keterangan dari sepuluh pelapor dan saksi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Budi mengungkapkan, 'Kami harus mendalami dari pelapor dulu, yang kemudian baru memanggil saksi-saksi,' menekankan pentingnya mendapatkan basis informasi yang kuat dari awal.

Proses Hukum yang Berkelanjutan

Penyidik akan memverifikasi bahwa barang bukti yang disampaikan, dalam hal ini rekaman, tidak direkayasa. Analisis terhadap proses editing dan keabsahan konten juga akan dilakukan sebagai langkah preventif terhadap informasi yang keliru.

Dalam upaya itu, kepolisian juga berencana meminta pendapat dari ahli, termasuk ahli bahasa dan spesialis di bidang informasi dan transaksi elektronik. Hal ini dimaksudkan untuk menghadirkan materi yang lebih valid dalam penyelidikan.

Clarifikasi yang diharapkan dari proses ini dapat memberikan penjelasan yang mendalam mengenai dugaan pelanggaran yang dihadapi oleh Pandji Pragiwaksono, dengan tujuan agar pihak berwenang dapat mengambil langkah yang tepat.

Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU