Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 16:50 WIB

Studi NASA Tawarkan Pandangan Baru tentang Asal Air di Bumi

Author

Studi NASA Tawarkan Pandangan Baru tentang Asal Air di Bumi

Penelitian terbaru dari NASA merombak pemahaman kita mengenai sumber air di Bumi. Alih-alih dibawa oleh meteorit, air mungkin berasal dari sumber yang belum teridentifikasi.

Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League

Melalui analisis mendalam sampel Bulan, para ilmuwan menemukan bahwa kontribusi meteorit terhadap air di Bumi jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya.

Teori Baru tentang Asal Usul Air di Bumi

Teori tradisional menyatakan bahwa air di Bumi diperoleh melalui tumbukan meteorit yang kaya air. Namun, hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar satu persen material dari meteorit terdeteksi di permukaan Bulan.

Bukti-bukti ini menimbulkan pertanyaan baru tentang sumber asli air di Bumi. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas geologi yang kuat di Bumi menghalangi kemampuan untuk melacak jejak tabrakan kuno.

Sebaliknya, Bulan yang kurang mengalami aktivitas geologis berfungsi sebagai penyimpan sejarah benturan. Hal ini membantu memberikan wawasan yang lebih jelas mengenai asal-usul air.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Metodologi dan Temuan Penelitian

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan analisis isotop oksigen presisi tinggi untuk mengevaluasi kontribusi meteorit terhadap keberadaan air. Temuan ini mengungkapkan bahwa meskipun meteorit membawa air, jumlah tersebut tidak cukup signifikan.

Justin Simon, seorang ilmuwan planet di NASA, menjelaskan, "Hasil studi kami menunjukkan bahwa meskipun meteorit memang membawa air, jumlahnya tidak cukup untuk menjelaskan seluruh air yang ada di Bumi."

Peneliti juga mencatat bahwa sebagian besar air mungkin berasal dari proses yang terjadi saat pembentukan planet atau interaksi kimia yang lebih awal yang masih misterius.

Peran Bulan sebagai Kapsul Waktu

Tony Gargano, peneliti utama studi ini, menekankan pentingnya Bulan sebagai "kapsul waktu" untuk memahami sejarah air di Bumi. "Bulan memberi kita catatan benturan yang tidak bisa kita temukan lagi di Bumi," ungkapnya.

Penemuan ini menambah pemahaman tentang asal air yang mendukung kehidupan di Bumi dan menunjukkan bahwa sebagian besar mungkin sudah ada sejak awal pembentukan Tata Surya.

Oleh karena itu, meskipun meteorit memiliki peran, penelitian ini mengubah perspektif kita tentang proporsi kontribusinya terhadap sumber air di planet kita.

Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU