Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 21:58 WIB

Waspadai Penipuan Online Selama Libur Akhir Tahun: Dari Phishing hingga Deepfake

Author

Waspadai Penipuan Online Selama Libur Akhir Tahun: Dari Phishing hingga Deepfake

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, aktivitas transaksi keuangan meningkat, namun ini juga menjadi momen bagi penjahat siber untuk melakukan penipuan.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Dengan proyeksi belanja mencapai Rp120 triliun, masyarakat berpotensi menghadapi kerugian signifikan akibat ancaman penipuan yang merajalela.

Alasan Liburan Jadi Momentum Penipuan

Liburan adalah waktu di mana banyak orang melakukan transaksi keuangan, membuatnya rentan terhadap berbagai bentuk penipuan. Phishing dan penipuan dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, seperti deepfake, menjadi metode yang umum digunakan oleh penjahat siber.

Menurut laporan VIDA, dalam setahun terakhir, sekitar Rp8,2 triliun kerugian terjadi akibat penipuan. Sayangnya, hanya 4,76 persen dari dana korban yang berhasil diselamatkan, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.

800 lebih laporan sehari mencerminkan tingginya aktivitas penipuan; IASC mencatat sebanyak 373.129 kasus terdaftar dalam periode yang sama. Angka ini memperlihatkan betapa perlu masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai

Salah satu modus yang mencolok adalah penipuan yang memanfaatkan kelemahan OTP berbasis SMS. Data menunjukkan bahwa 80 persen pembobolan akun terjadi melalui teknik ini, sehingga perlu diwaspadai oleh setiap pengguna.

Selain itu, penipuan yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan, seperti AI Voice Cloning, kini meningkat tajam dengan lonjakan 1.550 persen. Penjahat menggunakan teknik ini untuk meminta transfer dana dengan meniru suara orang terkadang dekat.

Laporan OJK menunjukkan bahwa berbagai modus penipuan, termasuk telepon palsu dan shopping scam, telah menimbulkan kerugian lebih dari Rp4 triliun. Realitas ini mengindikasikan ancaman yang semakin serius bagi masyarakat.

Tips untuk Melindungi Diri dari Penipuan

Para ahli merekomendasikan langkah pencegahan untuk menjaga keamanan digital. Pertama, disarankan untuk menghindari penggunaan Wi-Fi publik saat melakukan transaksi finansial.

Kedua, penting untuk memverifikasi setiap permintaan yang terasa mendesak dengan menghubungi kontak yang valid. Hal ini dapat mencegah terjadinya penipuan yang mungkin memanfaatkan rasa urgensi.

Selanjutnya, jangan mudah terpancing oleh desakan; selalu pastikan melakukan verifikasi sesuai prosedur resmi sebelum mengambil tindakan. Keselamatan dalam bertransaksi harus menjadi prioritas utama, terutama selama periode liburan.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU