Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 16:50 WIB

Mazda Luncurkan Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan Menuju 2035

Author

Mazda Luncurkan Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan Menuju 2035

Mazda baru-baru ini meluncurkan pendekatan inovatif yang menggabungkan teknologi ramah lingkungan dengan pengalaman berkendara berkelanjutan, menetapkan visi perusahaan menuju tahun 2035.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Salah satu sorotan utama dalam strategi ini adalah pengenalan bahan bakar karbon netral berbasis mikroalga dan teknologi penangkap karbon di kendaraan.

Pengembangan Bahan Bakar Karbon Netral

Mazda melakukan inovasi dengan menciptakan bahan bakar karbon-netral dari mikroalga yang dapat menyerap CO₂ selama proses pertumbuhannya. Dengan cara ini, emisi yang dilepaskan saat pembakaran tidak akan meningkatkan konsentrasi CO₂ di atmosfer.

Sisa produksi dari ekstraksi bahan bakar ini juga dapat dimanfaatkan untuk produk pangan sehat dan pupuk organik, yang mendukung sistem sirkular yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan Mazda.

Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini

Inovasi Penangkal Karbon pada Kendaraan

Mazda memperkenalkan teknologi Mazda Mobile Carbon Capture sebagai langkah ramah lingkungan. Teknologi ini dirancang untuk menyerap emisi CO₂ dari gas buang kendaraan.

Dengan memadukan bahan bakar karbon-netral dan perangkat penangkap CO₂, Mazda bertujuan untuk menciptakan mobilitas yang semakin ramah lingkungan, dengan konsep 'semakin banyak dikendarai, semakin banyak CO₂ yang berkurang'.

Demonstrasi dalam Balapan Super Taikyu Series

Mazda telah mengumumkan rencana uji demonstrasi dari teknologi penangkap karbon pada kendaraan balap dalam Super Taikyu Series Round 7, yang akan berlangsung pada 15–16 November. Pada ajang ini, teknologi tersebut diimplementasikan pada mobil balap 'MAZDA SPIRIT RACING 3 Future Concept'.

Mobil ini memanfaatkan bahan bakar biodiesel HVO, yang telah terbukti efektif digunakan di Eropa. Selain itu, perangkat penangkap CO₂ menggunakan zeolit berstruktur berpori sebagai adsorben untuk menyerap emisi selama perlombaan.

Mazda juga berencana untuk melanjutkan pengujian di musim depan, memanfaatkan data dan temuan dari setiap sesi pengujian untuk meningkatkan efektivitas pemulihan CO₂.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU