Kenaikan harga RAM yang signifikan membuat kekhawatiran di kalangan konsumen yang berencana membeli laptop atau merakit PC baru. Produsen laptop seperti Lenovo, HP, dan Dell kabarnya bersiap untuk menaikkan harga perangkat mereka dalam waktu dekat.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Laporan dari TrendForce menunjukkan penurunan minat beli laptop, dengan lebih dari 50% penjualan motherboard PC mengalami penurunan. Hal ini memperlihatkan dampak langsung dari lonjakan harga RAM terhadap industri teknologi.
Kenaikan Harga RAM dan Dampaknya
Dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM telah mengalami lonjakan drastis yang berimbas pada keinginan konsumen untuk membeli perangkat baru. Penurunan minat beli ini terlihat dari lebih dari 50% penjualan motherboard PC yang mengalami penurunan signifikan.
Lenovo bahkan telah mengeluarkan pemberitahuan kepada toko ritel mengenai kemungkinan kenaikan harga perangkat pada awal tahun depan, menandakan bahwa konsumen harus bersiap untuk membayar lebih.
Tren peningkatan harga ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan RAM besar, terutama untuk mendukung aplikasi AI. Laptop yang mampu menjalankan aplikasi-aplikasi terbaru membutuhkan setidaknya 16GB RAM untuk performa yang optimal.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Reaksi Produsen Terhadap Krisis
Ketika mengantisipasi krisis ini, CEO HP Enrique Lores menekankan bahwa RAM menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya perangkat PC, yang menjadi tantangan tambahan bagi produsen dalam menjaga kepuasan pelanggan.
Menurut sumber dari TrendForce, Dell juga berencana menaikkan harga perangkatnya di pertengahan Desember, dengan estimasi kenaikan antara 15-20%.
"Sama seperti perusahaan lain di industri ini, Dell mengambil kebijakan penetapan harga yang terarah, bila diperlukan, dengan tetap menjaga keberlanjutan pasokan dan komitmennya terhadap pelanggan," ujar juru bicara Dell.
Prioritas Produksi Semikonduktor
Kenaikan harga RAM juga diakibatkan oleh kelangkaan komponen semikonduktor, terutama DRAM dan NAND yang digunakan dalam penyimpanan flash. Raksasa semikonduktor seperti Samsung dan SK Hynix saat ini memprioritaskan produksi high bandwidth memory (HBM) untuk pusat data AI.
Perubahan fokus ini disebabkan oleh tingginya profitabilitas dari memori yang diproduksi untuk aplikasi AI, sehingga produsen lebih memilih meninggalkan produk konsumen.
Micron, salah satu produsen memori terbesar, telah menghentikan penjualan RAM melalui merek Crucial untuk memfokuskan pasokan pada pusat data, menunjukkan besarnya dampak dari krisis ini.
Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: