Riset terbaru oleh Kaspersky menunjukkan bahwa kombinasi kata sandi '12345' merupakan yang paling umum digunakan, memperlihatkan lemahnya praktik keamanan pengguna dalam menjaga informasi pribadi mereka.
Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI
Sebagian besar kata sandi yang dibobol tidak hanya melanggar pedoman keamanan, tetapi juga tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama, menciptakan risiko besar bagi keamanan data.
Ketidakamanan Kata Sandi Populer
Analisis Kaspersky dari kebocoran kata sandi besar-besaran antara tahun 2023 hingga 2025 menunjukkan pola penggunaan yang mengkhawatirkan. Banyak pengguna cenderung menambahkan elemen yang dapat diprediksi seperti angka atau tanggal ke dalam kata sandi tersebut.
Misalnya, sekitar 10% dari kata sandi yang dianalisis mengandung angka yang menyerupai tanggal kelahiran atau peristiwa penting lainnya, dengan 0,5% dari semua kata sandi yang bocor diakhiri dengan angka '2024'. Ini menunjukkan ketidakpahaman sebagian besar pengguna akan pentingnya keamanan kata sandi.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Kelemahan ini mengindikasikan bahwa banyak pengguna tidak menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat kata sandi yang kuat dan aman, sehingga menciptakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh para peretas.
Dampak dari Penggunaan Kata Sandi yang Lemah
Kombinasi kata sandi yang paling umum seperti '12345' secara signifikan menurunkan kekuatan kriptografi, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk serangan brute-force. Penggunaan kombinasi lain seperti kata 'love', nama pengguna, dan nama negara juga sering terdeteksi dalam data kebocoran.
Riset ini juga menemukan bahwa sebagian besar kata sandi yang bocor tetap tidak berubah dalam jangka waktu yang lama, dengan umur rata-rata kata sandi yang ditemukan dalam kebocoran ini adalah 3,5 hingga 4 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna cenderung menggunakan kata sandi yang sama untuk waktu yang cukup lama tanpa memperbarui.
Saran Keamanan dari Kaspersky
Temuan ini menyoroti betapa pentingnya autentikasi yang kuat dalam era digital saat ini. Dalam situasi di mana protokol pembuatan, pengelolaan, dan penyimpanan kata sandi tidak diikuti secara ketat, risiko kebocoran data akan semakin meningkat.
Menanggapi tantangan ini, Kaspersky menyarankan agar masyarakat beralih ke penggunaan passkey atau kunci sandi. Teknologi ini berbasis pada kunci kriptografi dan biometrik, yang menawarkan keamanan lebih baik dan tidak rentan terhadap ancaman seperti phishing atau kebocoran data.
Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: