Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 18:59 WIB

Rusia Perketat Kontrol Digital: Pemblokiran Snapchat dan FaceTime

Author

Rusia Perketat Kontrol Digital: Pemblokiran Snapchat dan FaceTime

Pemerintah Rusia telah mengumumkan pemblokiran aplikasi media sosial Snapchat dan pembatasan layanan panggilan video FaceTime milik Apple. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengetatan kontrol terhadap aktivitas internet di negara tersebut.

Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, menyebut bahwa kedua layanan ini digunakan untuk aktivitas terorisme dan penipuan. Kebijakan ini menunjukkan lanjutan dari pengawasan ketat terhadap komunikasi daring di Rusia.

Pelanggaran Aturan dan Pembatasan Digital

Roskomnadzor telah memberlakukan pemblokiran Snapchat mulai 10 Oktober 2025, dengan pengumuman resminya terbit pada Desember. Kebijakan ini menambah daftar panjang aplikasi yang telah dibatasi, termasuk YouTube, WhatsApp, Instagram, dan Telegram.

Meningkatnya regulasi terhadap aplikasi digital mencerminkan upaya pemerintah Rusia untuk mengontrol aliran informasi. Laporan terbaru menyebutkan bahwa platform-platform tersebut dianggap berpotensi disalahgunakan untuk organisasi terorisme.

Sebelumnya, pemerintah Rusia juga telah menutup akses internet seluler secara luas, yang mereka klaim sebagai upaya untuk mencegah serangan udara dari Ukraina. Ini mengindikasikan pengawasan yang semakin ketat terhadap komunikasi sebagai bagian dari kebijakan keamanan nasional.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video

Target Layanan Pesan Instan

Selain memblokir media sosial, perhatian pemerintahan Rusia juga terfokus pada layanan pesan instan. Aplikasi seperti Signal dan Viber sudah diblokir tahun lalu, sementara panggilan melalui WhatsApp dan Telegram juga dilarang tahun ini.

Roskomnadzor menegaskan bahwa aplikasi-aplikasi ini digunakan untuk kejahatan dan memperluas daftar platform yang diawasi. Otoritas berusaha menegakkan kewajiban bagi penyedia layanan untuk mendaftar dan mematuhi regulasi yang ada.

Sebuah aplikasi pesan lokal bernama Max sedang dipromosikan sebagai alternatif; namun, kritik mengenai potensi pengumpulan data pengguna menghadirkan tantangan kepercayaan di kalangan masyarakat.

Implikasi bagi Pengguna dan Kebijakan yang Meningkat

Pakar keamanan siber Stanislav Seleznev mengungkap bahwa banyak warga Rusia beralih ke FaceTime setelah pembatasan pada WhatsApp dan Telegram. Dia memperkirakan bahwa puluhan juta pengguna kini sangat bergantung pada layanan ini.

Seleznev juga memperingatkan bahwa platform lain yang tidak memenuhi persyaratan regulator berisiko untuk diblokir lebih lanjut. Dengan pembuatan 'daftar putih' untuk situs yang masih dapat diakses, pemerintah berharap dapat tetap mengontrol informasi yang tersebar di masyarakat.

Tren ini mencerminkan pengembangan regulasi ketat terhadap komunikasi digital di Rusia, dengan pemerintah terus berupaya memastikan semua platform beroperasi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU