Modus penipuan phishing semakin marak di era digital, menargetkan individu untuk mencuri data pribadi. Kejahatan ini menimbulkan risiko signifikan, termasuk kerugian finansial bagi korban.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Melalui akun resmi layanan dan konsumen OJK @kontak157, masyarakat diingatkan untuk mengenali ciri-ciri dan mengambil langkah pencegahan terhadap modus ini agar tidak terjebak.
Ciri-Ciri Modus Penipuan Phishing
Salah satu ciri utama dari modus phishing adalah penggunaan akun yang menyerupai profil resmi dari suatu institusi. Masyarakat diminta untuk waspada, mengingat akun-akun ini sering kali memiliki kesalahan pengetikan, huruf yang berulang, atau username yang mencurigakan.
Melalui video yang diunggah oleh akun OJK, narator mengingatkan, 'Biasanya ada typo, huruf double atau usernamenya aneh. Pokoknya keliatan resmi sih, tapi sebenarnya abal-abal.' Ini menjadi tanda awal untuk mengenali potensi penipuan.
Pelaku penipuan umumnya juga akan mengirimkan tautan yang mencurigakan dengan dalih bahwa akun pengguna terblokir. Tindakan ini bertujuan agar korban mengklik tautan tersebut yang sebenarnya merupakan jebakan.
Sebagai langkah pencegahan, penting untuk tidak mengklik tautan tersebut. Masyarakat perlu tetap tenang dan memverifikasi informasi sebelum mengambil tindakan.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya
Tindakan yang Harus Dihindari
Berdasarkan informasi dari OJK, ada beberapa tindakan yang perlu dihindari untuk menangkal modus phishing. Salah satunya adalah tidak mengungkapkan informasi data pribadi kepada pihak manapun, karena bank tidak pernah meminta data tersebut secara langsung.
Narator dalam video tersebut menyampaikan, 'Terakhir, pesannya bikin kamu panik. Misalnya cepat verifikasi sekarang. Itu sebenarnya mereka sengaja untuk bikin kamu nggak mikir.' Penipuan bekerja dengan baik ketika korbannya dalam keadaan panik.
Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap tenang dan berpikir kritis ketika menerima pesan yang terkesan mendesak. Hindari memberikan data sensitif dan verifikasi permintaan melalui saluran resmi.
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun-akun yang memiliki informasi sensitif. Hal ini menambah lapisan keamanan yang signifikan.
Dalam video yang diperoleh dari OJK juga disarankan untuk mengganti password secara berkala, khususnya untuk akun keuangan. 'Kemudian, ganti password keuanganmu secara berkala untuk mencegah pembobolan,' ujar narator.
Penting juga untuk tidak mendownload aplikasi dari sumber yang tidak resmi, seperti tautan yang tidak dikenal, dan selalu menggunakan platform resmi seperti PlayStore atau AppStore.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: