Pada Oktober 2025, NASA mengumumkan bergabungnya Malaysia dan Filipina ke dalam Perjanjian Artemis, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menjelajahi ruang angkasa.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya
Bergabungnya kedua negara, bersama Hungaria, menandai peringatan lima tahun perjanjian ini dan meningkatkan keterlibatan global dalam eksplorasi luar angkasa.
Latar Belakang Perjanjian Artemis
Perjanjian Artemis adalah inisiatif yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk memandu eksplorasi luar angkasa, dengan fokus pada penjelajahan Bulan dan Mars.
Dirancang untuk menciptakan kerjasama internasional yang aman dan transparan, perjanjian ini telah menarik perhatian banyak negara, dengan total jumlah negara yang terlibat mencapai 59.
Salah satu tujuan utama dari Perjanjian Artemis adalah berbagi teknologi dan informasi, menjadi wadah bagi negara-negara untuk berkolaborasi pada misi penjelajahan luar angkasa serta meningkatkan pemahaman mengenai kemungkinan kehidupan di planet lain.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Penandatanganan Perjanjian
Malaysia dan Filipina menandatangani Perjanjian Artemis saat kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT tahunan ASEAN.
Penjabat Administrator NASA Sean Duffy mengatakan, 'NASA menyambut baik penandatangan terbaru, yang partisipasinya memperkuat komitmen global terhadap eksplorasi yang bertanggung jawab.'
Di waktu yang sama, Hungaria menandatangani perjanjian ini pada 22 Oktober 2025, di Washington, menjelang pertemuan resmi antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán.
Komitmen Global terhadap Eksplorasi yang Aman
Duffy menjelaskan bahwa keputusan untuk menandatangani Perjanjian Artemis oleh negara-negara tersebut menegaskan komitmen bersama terhadap eksplorasi luar angkasa yang aman dan damai.
Ia menambahkan, 'Perjanjian ini dapat membangun zaman keemasan eksplorasi ruang angkasa,' mencerminkan semangat kolaboratif yang berkembang di antara negara-negara peserta.
Ketertarikan yang terus meningkat terhadap eksplorasi luar angkasa menunjukkan bahwa semakin banyak negara ingin berkontribusi dalam upaya penjelajahan dan penelitian di luar Bumi, menciptakan peluang baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: