Rabu, 04 JUNI 2025 • 05:43 WIB

Penutupan Dealer BYD di Shandong: Fokus pada Pertumbuhan dan Kinerja Positif

Author

Generated by Journalist AI

styleguide.id – PT BYD Motor Indonesia menjelaskan alasan di balik tutupnya 20 dealer mereka di provinsi Shandong, China. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masalah keuangan yang dialami oleh salah satu mitra dealer mereka.

Luther Panjaitan, yang menjabat sebagai Kepala Hubungan Publik dan Pemerintah, menegaskan bahwa penutupan ini berhubungan dengan urusan internal finansial dan tidak mencerminkan keadaan BYD secara keseluruhan.

Masalah Keuangan di Shandong

Keputusan untuk menutup dealer BYD di Shandong berkaitan dengan permasalahan keuangan yang dialami oleh Shandong Qiancheng Holdings Co. Perusahaan ini merupakan mitra dealer penting dalam jaringan distribusi BYD di kawasan tersebut.

Penutupan ini tidak mencerminkan performa BYD secara umum, mengingat perusahaan memiliki lebih dari 4.000 dealer aktif di seluruh China. Menurut Luther, kondisi ini tidak berpengaruh signifikan terhadap operasional bisnis mereka.

Kinerja Penjualan yang Stabil

Luther Panjaitan menyatakan bahwa meski ada penutupan dealer, BYD tetap mencatatkan hasil penjualan yang positif. Pada Mei 2025, penjualan global mereka mencapai 382.476 unit, mencerminkan sedikit peningkatan dari bulan sebelumnya sebesar 0,63 persen.

Bila dilihat dari tahun ke tahun, peningkatan penjualan terlihat signifikan dengan angka 15,27 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penutupan beberapa dealer tidak berpengaruh pada kinerja keseluruhan perusahaan.

Pandangan Positif untuk Masa Depan

Luther juga menekankan bahwa masalah yang dihadapi Shandong Qiancheng Holdings tidak seharusnya digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai BYD secara keseluruhan. Perusahaan terus mengedepankan fokus pada pertumbuhan dan pengembangan meskipun dalam pasar yang semakin kompetitif.

Dengan kinerja penjualan yang persempitan ke arah positif, BYD tetap optimis untuk memperluas jaringan dealership dan operasionalnya di seluruh dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU