WhatsApp Perkenalkan Fitur Akun Khusus untuk Anak yang Terdaftar dan Dikelola Orang Tua
WhatsApp baru saja meluncurkan fitur anyar yang dirancang khusus untuk anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun, di mana akun tersebut sepenuhnya dikelola oleh orang tua. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kontrol orang tua atas aktivitas anak di aplikasi pesan tersebut.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Pengumuman resmi ini dilakukan pada Rabu, 11 Maret 2026, sebagai respons terhadap kekhawatiran global yang meningkat mengenai dampak media sosial terhadap anak. Dengan hadirnya fitur ini, diharapkan pengalaman berkomunikasi bagi anak-anak bisa lebih aman dan terawasi.
Akun yang dikelola orang tua pada WhatsApp dirancang untuk membatasi penggunaan hanya untuk pesan dan panggilan. Selain itu, fitur ini memberikan kontrol penuh kepada orang tua untuk menentukan siapa yang bisa menghubungi anak dan grup mana yang dapat diakses.
WhatsApp menjelaskan, 'Akun-akun ini dilengkapi dengan pengaturan default yang ketat, kontrol orang tua, dan opsi bagi orang tua untuk membimbing pengalaman pesan pertama anak-anak pra-remaja.' Hal ini menggarisbawahi komitmen terhadap privasi anak-anak sebagai prioritas utama.
Dengan peluncuran fitur anyar ini, WhatsApp berharap bisa menjadi solusi bagi orang tua yang menginginkan komunikasi yang sehat bagi anak-anak mereka. Ini juga sejalan dengan tren global yang semakin ketat terkait penggunaan media sosial oleh anak.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak
Untuk mengaktifkan akun anak, orang tua perlu mengunduh aplikasi WhatsApp di perangkat anak dan mengikuti beberapa langkah verifikasi. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memasukkan tanggal lahir anak untuk memastikan kelayakan usia.
Setelah konfirmasi, orang tua harus melakukan proses penautan akun dengan memindai kode QR yang muncul di layar perangkat anak. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan akun benar-benar berada di tangan orang dewasa.
Orang tua juga harus membuat PIN yang hanya mereka ketahui. PIN ini penting untuk mengakses dan mengubah pengaturan privasi akun anak, menambah lapisan keamanan pada fitur yang ada.
Fitur baru ini memberikan kontrol lebih luas bagi orang tua dalam mengelola interaksi anak di WhatsApp. Di samping membatasi akses, orang tua dapat meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal.
WhatsApp menambahkan, 'Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi,' menegaskan pentingnya enkripsi end-to-end bagi percakapan yang dilakukan. Ini memastikan bahwa meskipun ada pengawasan orang tua, privasi anak di dalam aplikasi tetap terjaga.
Dengan peluncuran bertahap fitur ini dalam beberapa bulan ke depan, diharapkan bisa membantu keluarga dalam berkomunikasi dengan lebih aman dan mengurangi risiko yang mungkin timbul melalui penggunaan media sosial bagi anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: