BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 14:03 WIB

Menelusuri Masa Depan Kecerdasan Buatan: Dari AGI ke Konsumsi Energi

Menelusuri Masa Depan Kecerdasan Buatan: Dari AGI ke Konsumsi EnergiMenelusuri Masa Depan Kecerdasan Buatan: Dari AGI ke Konsumsi Energi

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menyajikan informasi menarik tentang kemajuan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pencapaian yang sangat dinantikan adalah hadirnya artificial general intelligence (AGI) yang semakin mendekat.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Sam Altman, CEO OpenAI, berbagi harapannya tentang AGI yang akan memiliki kemampuan beradaptasi seperti manusia. Dengan teknologi ini, AI dapat mentransfer keterampilannya ke mesin lainnya, menjanjikan era baru bagi inovasi.

Kecerdasan Umum Buatan (AGI) dan Masa Depan Teknologi

Artificial General Intelligence (AGI) adalah model kecerdasan buatan yang setara dengan kecerdasan manusia, memungkinkan AI untuk beradaptasi dengan berbagai situasi. Hal ini menghapus kebutuhan pelatihan yang konstan, menjadikan AI lebih efisien dan responsif.

Sam Altman memperkirakan bahwa kecerdasan super (ASI) juga akan segera hadir. Kecerdasan super ini diperkirakan akan melampaui kemampuan manusia dalam memecahkan masalah dan menyediakan solusi untuk tantangan yang kompleks.

Kemajuan teknologi ini memicu diskusi penting tentang perlunya masyarakat mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang akan datang. Sekarang, perubahan tersebut diharapkan akan membawa dampak positif di berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan industri.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Debat seputar Konsumsi Energi dan Sumber Daya AI

Dalam perkembangan AI, isu konsumsi sumber daya menjadi perhatian. Altman mengangkat masalah konsumsi air yang dianggap berlebihan dalam operasional pusat data, menanggapi mitos bahwa penggunaan model AI menghabiskan banyak air.

"Anda melihat hal-hal ini di internet yang mengatakan 'jangan gunakan ChatGPT, menghabiskan 17 galon air untuk tiap kueri' atau apapun. Ini sama sekali tidak benar, benar-benar gila, tidak ada hubungannya dengan kenyataannya," jelasnya.

Meski demikian, Altman mencatat bahwa diskusi mengenai konsumsi energi lebih relevan. Ia menyarankan perlunya beralih ke sumber energi terbarukan, seperti energi nuklir, angin, dan matahari, untuk menyokong perkembangan teknologi AI berkelanjutan.

Pusat Data Orbital: Sebuah Gagasan yang Tidak Masuk Akal

Altman juga menyentuh gagasan tentang pusat data yang beroperasi di luar angkasa. Ia berpendapat bahwa konsep ini tidak praktis dan tidak layak untuk diterapkan dalam skala besar saat ini.

"Pusat data orbital tidak akan relevan dalam skala besar dekade ini, karena perhitungan kasar biaya peluncuran dan sulitnya memperbaiki GPU yang rusak di antariksa," imbuhnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi tantangan dan batasan yang masih harus dihadapi dalam pengembangan infrastruktur untuk teknologi AI yang semakin berkembang.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menelusuri Masa Depan Kecerdasan Buatan: Dari AGI ke Konsumsi Energi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!