BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 10:18 WIB

Prilly Latuconsina Menjelaskan Kontroversi 'Open to Work' di LinkedIn

Prilly Latuconsina Menjelaskan Kontroversi Open to Work di LinkedInPrilly Latuconsina Menjelaskan Kontroversi 'Open to Work' di LinkedIn

Prilly Latuconsina telah meminta maaf terkait respons negatif yang timbul akibat terbitnya status 'Open to Work' di LinkedIn-nya. Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk memperluas peluang kolaborasi, bukan untuk menimbulkan kesalahpahaman.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Sejak status itu diumumkan, banyak netizen berspekulasi bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran. Prilly menegaskan bahwa ia tidak ingin merugikan perasaan orang lain dan tetap berusaha menciptakan hubungan profesional yang positif.

Reaksi Publik terhadap 'Open to Work'

Setelah mengumumkan status 'Open to Work', Prilly Latuconsina menerima beragam kritik dari netizen. Banyak yang menganggap bahwa langkah tersebut sekadar gimik untuk menarik perhatian karena ia sebelumnya telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan.

Keluarnya Prilly dari Sinemaku Pictures, perusahaan produksi yang didirikannya, menambah spekulasi mengenai alasan di balik pengaktifan status tersebut. Publik mempertanyakan niatnya dalam memperluas jejaring profesional melalui langkah tersebut.

Dalam unggahan di Instagram, Prilly menekankan, "Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak berempati terhadap situasi yang sedang dihadapi banyak orang pada saat ini." Pernyataan ini menunjukkan upayanya untuk menjaga sensitivitas terhadap lingkungan sekitar.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video

Penjelasan Prilly mengenai Akun LinkedIn-nya

Prilly menjelaskan bahwa fitur 'Open to Work' pada akun LinkedIn-nya mengalami masalah 'restriction' akibat lonjakan aktivitas setelah status tersebut diaktifkan. Ia menerima lebih dari 30 ribu tawaran koneksi dalam waktu singkat, yang menunjukkan antusiasme publik.

Ia menjelaskan lebih lanjut, "Terkait penggunaan fitur Open to Work, aku ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba."

Keinginannya untuk menjelajahi tantangan baru, di luar industri film, mencakup pengalaman di bidang retail sales dan field sales.

Komitmen Prilly untuk Meneruskan Kerja Sama

Prilly mengungkapkan komitmennya untuk terus menjalankan kerjasama yang memberikan dampak positif. "Ke depannya, aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang dan komitmen ini akan terus menjadi prioritas utamaku," tegasnya.

Keputusannya untuk memperluas jaringan profesional mencerminkan keinginannya untuk tetap aktif berkontribusi di berbagai bidang, terutama setelah mengumumkan kelulusannya dari Sinemaku Pictures.

Prilly menutup ungkapannya dengan, "Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman bagi teman-teman semua, terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya."

Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prilly Latuconsina Menjelaskan Kontroversi 'Open to Work' di LinkedIn

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!