Pakar Teknologi Perdebatkan Keamanan WhatsApp di Tengah Gugatan Hukum Baru
WhatsApp kembali menjadi bahan perdebatan setelah munculnya gugatan hukum baru di Amerika Serikat yang mempertanyakan klaim enkripsinya. Tokoh-tokoh teknologi seperti CEO Telegram dan Elon Musk turut menyoroti isu ini dengan kritikan tajam.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Gugatan ini bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga mengundang bantahan dari pihak WhatsApp yang bersikeras akan keamanan platformnya. Bahkan, Google juga mengeluarkan peringatan terkait potensi serangan melalui foto berbahaya.
CEO Telegram, Pavel Durov, menjadi yang pertama melontarkan kritik terkait kenyamanan keamanan WhatsApp. Dalam unggahannya di platform X, Durov menegaskan, 'Seseorang harus benar-benar tidak berpikir jernih untuk percaya bahwa WhatsApp aman di tahun 2026.'
Dia menjelaskan bahwa analisis terhadap penerapan enkripsi WhatsApp menunjukkan banyak celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga klaim keamanan WhatsApp dirasa tidak berdasar.
Elon Musk, pemilik platform X, juga menanggapi dengan pernyataan bahwa 'WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun masih patut dipertanyakan. Gunakan X Chat.' Ini menunjukkan bahwa kritik terhadap WhatsApp semakin meluas di kalangan pemimpin industri teknologi.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Pihak WhatsApp tidak tinggal diam dan langsung memberikan tanggapan atas kritik tersebut melalui pimpinan mereka, Will Cathcart. Ia menyatakan, 'Ini sepenuhnya tidak benar. WhatsApp tidak bisa membaca pesan karena kunci enkripsi disimpan di ponsel pengguna dan kami tidak memiliki akses ke sana.'
Cathcart juga menganggap gugatan tersebut sebagai usaha yang tidak substansial dan hanya mencari perhatian media. Ia mengungkapkan bahwa firma yang mengajukan gugatan adalah firma yang sama yang membela NSO terkait spyware.
WhatsApp berusaha meyakinkan pengguna bahwa teknologi enkripsi end-to-end yang mereka terapkan menjamin bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membacanya.
Bersamaan dengan isu keamanan ini, Google mengeluarkan peringatan untuk pengguna WhatsApp mengenai potensi serangan yang dapat terjadi melalui foto berbahaya. Peringatan tersebut menyoroti bahwa ancaman ini tidak terkait langsung dengan gugatan hukum yang ada.
Google menekankan bahwa meskipun pesan atau lampiran tidak dibuka, perangkat ponsel dapat disusupi oleh foto berbahaya. Oleh karena itu, mereka menyarankan pengguna untuk menonaktifkan fitur penyimpanan media otomatis sebagai langkah mitigasi yang diperlukan.
Pihak WhatsApp tetap pada pendiriannya mengenai sistem enkripsi mereka dan menjamin bahwa keamanan penggunanya adalah prioritas utama, menggugurkan anggapan-anggapan negatif yang beredar di publik.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: