BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 28 JANUARI 2026 • 15:32 WIB

Risiko Keselamatan Mobil Listrik di Indonesia: Temuan dari KNKT

Risiko Keselamatan Mobil Listrik di Indonesia: Temuan dari KNKTRisiko Keselamatan Mobil Listrik di Indonesia: Temuan dari KNKT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan berbagai risiko keselamatan yang terkait dengan kendaraan listrik di Indonesia. Penemuan ini menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut untuk memahami masalah yang muncul seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi ini.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menekankan bahwa kendaraan listrik masih baru di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan investigasi harus disesuaikan dengan karakteristik unik dari mobil listrik, berbeda dengan kendaraan konvensional.

Investigasi Kasus Kendaraan Listrik

Untuk memahami risiko yang ada, KNKT telah menangani dua kasus kendaraan listrik. Namun, hingga kini, penyebab teknis hanya dapat dipastikan pada satu dari kedua kasus tersebut.

Soerjanto menjelaskan, "Untuk kendaraan listrik ini memang ada beberapa hal yang baru bagi kita, dan terus terang kami juga sedang belajar melakukan investigasi kendaraan listrik dan dibantu oleh tenaga ahli yang memahami masalah kendaraan listrik."

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Korsleting Listrik: Ancaman yang Perlu Diwaspadai

Salah satu insiden yang sedang diteliti awalnya dianggap sebagai kebakaran. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa insiden tersebut adalah korsleting listrik.

Soerjanto menjelaskan lebih lanjut, "Yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang mengeluarkan asap cukup banyak. Penyebabnya karena wiring system bergeser ke badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek."

Pentingnya Sistem Baterai 12 Volt yang Aman

KNKT juga memberikan perhatian serius pada sistem kelistrikan tegangan rendah, khususnya terkait dengan baterai 12 volt. Gangguan dalam sistem ini dapat mengakibatkan pintu kendaraan tidak dapat dibuka, termasuk dalam situasi darurat.

Soerjanto menekankan, "Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka." Rekomendasi perubahan desain keselamatan muncul guna memastikan akses evakuasi tetap tersedia.

Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Keselamatan Mobil Listrik di Indonesia: Temuan dari KNKT

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!