BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:25 WIB

Kembalinya Huawei sebagai Raja Smartphone di China

Kembalinya Huawei sebagai Raja Smartphone di ChinaKembalinya Huawei sebagai Raja Smartphone di China

Huawei telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar smartphone di China pada tahun 2025, menguasai pangsa pasar sebesar 16,4 persen dengan pengiriman mencapai 46,7 juta unit.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Ini menandai kebangkitan perusahaan setelah lima tahun tertekan oleh sanksi dari pemerintah AS.

Dominasi Pasar Smartphone di Tahun 2025

Berdasarkan data terbaru dari International Data Corporation (IDC), Huawei berhasil mengungguli pesaingnya, Apple, yang mencatat pangsa pasar sebesar 16,2 persen.

Pada kuartal IV-2025, Apple sempat menjadi pemimpin pasar dengan 21 persen berkat tingginya permintaan terhadap iPhone 17, namun secara keseluruhan, Huawei kembali memegang kendali.

Vivo, Xiaomi, dan Oppo mengikuti di belakang, masing-masing dengan pengiriman 46,1 juta unit, 43,8 juta unit, dan 43,4 juta unit.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Faktor Pendukung Kebangkitan Huawei

Kebangkitan Huawei dalam pasar smartphone tidak lepas dari sejumlah strategi jangka panjang yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan terhadap jaringan 5G dan penggunaan chip Kirin yang diproduksi sendiri, serta penguatan lini produk premium seperti Mate dan Pura, menjadi pendorong utama kinerja mereka.

Sebagaimana diungkapkan IDC, "Huawei dan Apple sama-sama menunjukkan bahwa kekuatan merek premium menjadi faktor kunci keberhasilan dalam jangka panjang, terutama di tengah kondisi biaya produksi yang terus meningkat."

Tantangan di Pasar yang Lesu

Meskipun berhasil memimpin pasar, kondisi keseluruhan pasar smartphone di China masih belum sepenuhnya pulih, dengan total pengiriman turun 0,6 persen menjadi sekitar 285 juta unit.

Kenaikan harga chip memori dan biaya produksi memaksa merek ponsel untuk menaikkan harga atau menunda peluncuran produk baru, yang menekan minat konsumen untuk membeli smartphone.

Analis memperingatkan bahwa tahun 2026 dapat menjadi lebih menantang, dengan perlambatan siklus penggantian ponsel dan peningkatan biaya komponen.

Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kembalinya Huawei sebagai Raja Smartphone di China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!