BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 12 JANUARI 2026 • 11:32 WIB

Upaya Pemerintah Melindungi Perempuan dan Anak Dari Konten Berbahaya melalui Pemblokiran Aplikasi Grok

Upaya Pemerintah Melindungi Perempuan dan Anak Dari Konten Berbahaya melalui Pemblokiran Aplikasi GrokUpaya Pemerintah Melindungi Perempuan dan Anak Dari Konten Berbahaya melalui Pemblokiran Aplikasi Grok

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengumumkan pemblokiran sementara aplikasi Grok sebagai langkah untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman konten pornografi palsu.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menangani penyalahgunaan teknologi kecerdasan artifisial yang berpotensi merugikan hak asasi manusia.

Dasar Hukum Pemblokiran Aplikasi

Keputusan pemblokiran aplikasi Grok didasarkan pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020. Aturan ini mengharuskan setiap platform untuk memastikan layanan yang diberikan tidak mengandung konten yang melanggar hukum di Indonesia.

Meutya Hafid menegaskan, "Ruang digital tidak boleh menjadi wilayah bebas hukum," yang menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang ada agar tidak terjadi penyalahgunaan di dunia maya.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Ancaman Risiko dari Kecerdasan Artifisial

Penyalahgunaan kecerdasan artifisial untuk menciptakan konten seksual nonkonsensual telah menjadi perhatian serius karena bisa mengancam privasi individu dan nilai kemanusiaan. Meutya menjelaskan, "Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu," pemerintah merasa perlu bertindak tegas.

Langkah ini merupakan manifestasi dari keseriusan pemerintah dalam mengatasi pelanggaran hak asasi serta perlindungan bagi kelompok yang paling rentan.

Komitmen dari Pengelola Aplikasi

Selain melakukan pemblokiran, kementerian juga memasukkan permintaan kepada pengelola aplikasi Grok untuk memberikan klarifikasi serta bertanggung jawab atas isu yang terjadi. Meutya menyatakan, "Evaluasi lanjutan akan dilakukan berdasarkan komitmen perbaikan yang diajukan penyelenggara sistem elektronik," yang menjadi sinyal adanya pengawasan yang ketat.

Dengan inisiatif ini, Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan pemutusan akses sementara tersebut untuk merespons penyalahgunaan teknologi yang terjadi.

Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Upaya Pemerintah Melindungi Perempuan dan Anak Dari Konten Berbahaya melalui Pemblokiran Aplikasi Grok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!