Pengisian Daya Ponsel: Risiko dan Cara Merawat Baterai yang Baik
Kebiasaan mengisi daya ponsel hingga 100% merupakan praktik umum di kalangan pengguna smartphone. Namun, penting untuk memahami dampak negatif yang mungkin timbul dari pengisian daya berlebih terhadap kesehatan baterai.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Baterai perangkat bergerak yang biasanya berupa lithium-ion memiliki batasan yang perlu diperhatikan agar tetap berfungsi optimal. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang dampak pengisian daya berlebihan dan cara merawatnya.
Mengisi daya ponsel hingga 100% dapat menimbulkan risiko kerusakan pada baterai. Beberapa ahli menjelaskan bahwa ketika baterai terisi penuh, pengisian berlanjut dapat memberikan tekanan pada sel baterai.
Kondisi ini yang dikenal sebagai 'pengisian terus-menerus' dapat menyebabkan penurunan kapasitas baterai seiring waktu. Kebiasaan ini dapat berimplikasi pada performa perangkat, meskipun pengguna tidak sering mengganti ponsel.
Menurut data yang dirilis oleh lembaga-lembaga terkait, baterai lithium-ion sebaiknya tidak dibiarkan dalam kondisi terisi penuh untuk jangka waktu lama. Idealnya, status pengisian baterai sebaiknya berada dalam rentang 20% hingga 80% untuk memperpanjang umur pakainya.
Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Pengguna seringkali tidak menyadari bahwa baterai mereka mengalami kelebihan pengisian. Beberapa indikator seperti ponsel yang menjadi lebih panas dari biasanya saat digunakan, atau seringnya restart mendadak dapat menjadi tanda awal.
Analisis yang dilakukan oleh pengguna menunjukkan bahwa baterai yang sering terisi penuh dapat mengalami penurunan performa. Akibatnya, daya tahan baterai untuk penggunaan sehari-hari semakin berkurang.
Lebih jauh lagi, ada pengguna yang melaporkan gejala pembengkakan pada baterai. Pembengkakan ini merupakan indikator bahwa kondisi baterai sudah mulai tidak stabil dan berpotensi menimbulkan bahaya.
Untuk menjaga kondisi baterai agar tetap awet, disarankan untuk tidak mengisi daya sampai 100%. Menghentikan pengisian saat baterai memasuki kisaran 80% hingga 90% adalah praktik yang dianjurkan.
Penggunaan charger yang berkualitas baik juga berkontribusi pada kesehatan baterai. Charger yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan sel baterai dan memperpendek usia pakai perangkat.
Selain itu, perhatian terhadap suhu saat pengisian juga penting. Membiarkan ponsel terpapar pada suhu ekstrem dapat memperngaruhi siklus hidup baterai secara signifikan, berpotensi mempercepat kerusakan.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: