BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 11:36 WIB

Strategi Perlindungan Kelompok Rentan dalam Literasi Digital: Temu Nasional 2025

Strategi Perlindungan Kelompok Rentan dalam Literasi Digital: Temu Nasional 2025Strategi Perlindungan Kelompok Rentan dalam Literasi Digital: Temu Nasional 2025

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Temu Nasional Pegiat Literasi Digital di Jakarta pada 16 hingga 17 Desember 2025, yang melibatkan berbagai platform teknologi dan komunitas untuk membahas isu perlindungan kelompok rentan dan penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi menegaskan pentingnya edukasi untuk anak-anak, remaja, lansia, dan penyandang disabilitas, agar mereka tidak terpapar dampak negatif dari kemajuan teknologi.

Fokus Utama Perlindungan Kelompok Rentan

Dalam acara ini, perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan agar kelompok-kelompok tersebut tidak terpapar pada dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi, seperti penipuan online.

Bonifasius Wahyu Pudjianto menegaskan, 'Agar mereka tidak terkena berbagai dampak negatif, seperti scam, yang mungkin bisa mempengaruhi kehidupan mereka.' Mengedukasi kelompok ini dianggap penting untuk mencegah risiko yang mungkin muncul akibat kemajuan teknologi.

Literasi digital yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat memahami dan menghindari bahaya yang potensial, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi secara positif.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran

Dampak Kemajuan Teknologi dan Literasi Digital

Kemajuan AI membawa dampak yang signifikan, tidak hanya menghasilkan konten positif tetapi juga berpotensi menciptakan informasi negatif dan misinformasi yang berbahaya bagi masyarakat. Pudjianto menjelaskan bahwa literasi digital sangat penting untuk membekali individu dalam menghadapi informasi yang tidak benar.

Ia menambahkan bahwa meskipun teknologi digital dapat menawarkan solusi dalam berbagai sektor, seperti pendidikan dan ekonomi, penggunaan yang tidak bijak dapat menghasilkan kejahatan siber. Oleh karena itu, pendidikan literasi digital menjadi krusial untuk mencegah masyarakat jatuh sebagai korban.

Situasi saat ini membuat literasi digital semakin relevan, terutama ketika fenomena informasi sesat semakin meluas, menggugah kesadaran akan perlunya pendekatan yang berkelanjutan dalam edukasi teknologi.

Ruang untuk Berbagi Pengalaman dan Strategi ke Depan

Temu Nasional ini juga bertujuan menciptakan ruang berbagi pengalaman di antara para pelaku industri teknologi. Pudjianto menyatakan, 'Kita berkumpul bersama untuk mendefinisikan kembali, apa dan kemana arah strategi literasi digital ke depannya.'

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan ada strategi literasi digital yang lebih efektif untuk diimplementasikan. Hal ini bukan hanya untuk melindungi kelompok rentan, tetapi juga untuk mendukung perekonomian, terutama bagi UMKM dan pelaku startup.

Partisipasi semua pihak diperlukan agar inisiatif ini bisa berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Strategi Perlindungan Kelompok Rentan dalam Literasi Digital: Temu Nasional 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!