Lonjakan Pangsa Pasar Mobil Listrik di Indonesia Mencapai 12 Persen
Pangsa pasar mobil listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan menjadi 12 persen pada tahun ini, menurut Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Angka ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa dibandingkan dengan dua tahun lalu yang hanya sekitar 2 persen, dan Zhao menyebutnya sebagai 'keajaiban' dalam perkembangan pasar kendaraan listrik.
Pada tahun 2023, pangsa pasar mobil listrik di Indonesia berada pada angka 2 persen, kemudian meningkat menjadi 5 persen pada tahun 2024.
Zhao menyebut pertumbuhan dari 2 persen ke 12 persen dalam waktu dua tahun ini sebagai fenomena yang jarang terjadi, bahkan lebih cepat dibandingkan trajektori pertumbuhan di pasar China.
Ia mencatat, 'Dari 2 persen ke 12 persen, berapa lama kalau di China? Lebih dari 8 tahun. Tapi di sini hanya dalam dua tahun.'
Peningkatan ini mencerminkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Zhao menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam mengadopsi teknologi kendaraan listrik.
Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan
Pemerintah memberikan berbagai insentif untuk mendorong penggunaan mobil listrik, seperti potongan harga dan fasilitas pajak.
Masyarakat juga mulai beralih ke pilihan yang lebih ramah lingkungan, dengan meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan.
Hal ini terlihat dari peningkatan minat dan permintaan konsumen terhadap kendaraan listrik yang terus tumbuh dengan kuat.
Dalam periode Januari hingga Oktober 2025, penjualan BYD dan Denza mencapai 47.300 unit, melebihi total penjualan semua merek mobil listrik di Indonesia pada tahun 2024 yang tercatat hanya 43 ribu unit.
BYD kini menjadi merek terlaris keenam di Indonesia, di belakang lima merek Jepang lainnya yang sudah lama mendominasi pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: