Transformasi Industri Manufaktur melalui Kecerdasan Buatan dan Robot Humanoid
CEO Xiaomi, Lei Jun, percaya bahwa kecerdasan buatan dan robot humanoid akan mengubah secara signifikan industri manufaktur di masa depan.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dalam wawancara dengan Beijing Daily, ia menekankan bahwa teknologi ini kini berperan sebagai penggerak utama transformasi industri.
Lei Jun menjelaskan bahwa pabrik mobil listrik Xiaomi telah menjadi contoh inovasi dalam industri melalui penggunaan sistem otomatisasi baru.
Sistem inspeksi komponen mobil yang sebelumnya dilakukan secara manual kini telah diganti dengan teknologi X-ray yang dipadukan dengan AI vision.
Proses ini tidak hanya meningkatkan kecepatan, tetapi juga akurasi, mengurangi kemungkinan kesalahan dalam produksi.
Dia menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pabrik.
Menurut Lei, transformasi industri ini tidak dapat dicapai hanya oleh satu perusahaan, termasuk Xiaomi.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Dia berharap adanya kemitraan lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi AI.
Kolaborasi antara berbagai perusahaan diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi ini di masa depan.
"Kami membutuhkan kolaborasi untuk menjadikan inovasi ini menjadi kenyataan," ungkap Lei.
Lei Jun memprediksi bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, Xiaomi akan mengimplementasikan robot humanoid secara masif di lini produksi mereka.
Robot ini diharapkan mengambil alih tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia, memungkinkan pekerja fokus pada aspek kreatif dan teknis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: