TikTok Uji Coba Fitur Kontrol Konten AI di Halaman FYP
TikTok sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol jumlah konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan di halaman For You Page (FYP). Fitur ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan memberikan kebebasan kepada pengguna dalam mengatur pengalaman menonton mereka.
Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran
Dengan meningkatnya volume konten berbasis AI, TikTok berharap kehadiran fitur ini dapat menjaga relevansi konten yang ditampilkan sesuai dengan preferensi pengguna. Pengguna kini dapat menyesuaikan berapa banyak konten AI yang ingin mereka lihat.
Fitur kontrol yang diperkenalkan oleh TikTok memungkinkan pengguna untuk memilih frekuensi konten AI yang muncul di FYP melalui pengaturan di menu Manage Topics → AI-Generated Content. Dengan menggunakan slider, pengguna dapat menentukan seberapa banyak konten AI yang ingin mereka lihat, dari lebih sedikit hingga lebih banyak.
Pengaturan ini tidak menghilangkan konten AI sepenuhnya, melainkan memberikan fleksibilitas dalam menentukan seberapa sering konten tersebut muncul. Laporan menyebutkan bahwa fitur ini masih dalam tahap percobaan dan belum sepenuhnya diluncurkan untuk semua pengguna, menciptakan harapan bagi mereka yang ingin lebih banyak kontrol.
Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini
Terdapat beberapa faktor yang mendorong TikTok untuk menghadirkan fitur ini, terutama lonjakan konten AI di platform. Dengan berbagai alat generatif seperti OpenAI Sora dan Google Veo, banyak kreator kini beralih ke konten berbasis AI, menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan relevansi.
Fenomena ini telah memunculkan istilah 'AI slop', yang merujuk kepada konten berkualitas rendah yang dapat merusak pengalaman pengguna. TikTok berharap kontrol ini dapat memberikan pengguna kesempatan untuk menyaring dan mengelola paparan mereka terhadap konten yang dihasilkan oleh AI.
Salah satu manfaat dari fitur ini adalah menciptakan halaman FYP yang lebih relevan bagi pengguna, di mana mereka dapat mengurangi paparan konten AI sesuai dengan preferensi individu. Selain itu, hadirnya label AI bertujuan untuk membantu pengguna membedakan antara konten yang asli dan konten yang dimanipulasi secara visual.
Meskipun fitur ini menjanjikan pengaturan yang lebih baik, terdapat batasan karena saat ini masih dalam fase uji coba dan belum disebarluaskan secara global. Pengguna tidak dapat sepenuhnya menghapus semua konten AI dari tampilan mereka, dan sistem deteksi masih dalam pengembangan untuk meningkatkan akurasi.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: