BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 15:30 WIB

Kecerdasan Artifisial untuk Meningkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kecerdasan Artifisial untuk Meningkatkan Kemandirian Penyandang DisabilitasKecerdasan Artifisial untuk Meningkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk mendukung aktivitas penyandang disabilitas melalui riset yang inovatif.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17

Inisiatif ini dibahas dalam webinar oleh Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PR KAKS) yang berlangsung pada 8 Oktober 2025.

Peran Kecerdasan Artifisial dalam Mobilitas Disabilitas

Kecerdasan Artifisial telah membawa dampak positif dalam meningkatkan aksesibilitas komunikasi untuk penyandang disabilitas. Teknologi Speech Recognition menjadi salah satu fokus utama dari BRIN dalam hal ini.

Hilman Ferdinandus Pardede, Peneliti Ahli Utama di PR KAKS, menjelaskan bahwa kemajuan dalam kecerdasan artifisial dan machine learning membuat pengenalan suara semakin akurat. Meskipun demikian, tantangan seperti variasi aksen, keadaan lingkungan yang bising, serta isu privasi dan keamanan masih perlu diperhatikan.

Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui

Ia menyerukan perlunya pengembangan teknologi ini agar tetap inklusif dan adaptif, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Inovasi Facial Expression Recognition

Teknologi facial expression recognition (FER) yang berbasis kecerdasan artifisial juga merupakan inovasi penting dalam mendukung penyandang disabilitas. Gembong Satrio Wibowanto, Perekayasa Ahli Madya di PR KAKS, mengungkapkan bahwa teknologi ini membantu pengguna memahami dan merespon ekspresi wajah untuk komunikasi nonverbal.

Gembong menyebutkan bahwa penggunaan teknologi ini berpotensi diterapkan dalam pendidikan inklusif dan terapi, dengan memungkinkan sistem digital mengenali emosi pengguna lewat ekspresi wajah. Harapannya, ini dapat meningkatkan interaksi sosial dan kualitas hidup penyandang disabilitas.

Namun, tantangan teknis seperti variasi ekspresi individu dan keterbatasan data yang representatif perlu diatasi. Gembong juga menekankan pentingnya menjaga privasi dan etika dalam pengolahan data wajah agar teknologi memberi manfaat sosial yang luas.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Soal Royalti Lagu di DPR RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kecerdasan Artifisial untuk Meningkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!