Perkembangan Mobil Listrik: Dari Sejarah hingga Era Modern di Indonesia
Mobil listrik atau kendaraan listrik (EV) kini semakin diperhatikan oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Sejarah inovasi ini ternyata dimulai lebih dari satu abad yang lalu dan menghadapi pasang surut dalam popularitas.
Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Awal mula mobil listrik muncul pada akhir abad ke-19, jauh sebelum kendaraan berbahan bakar fosil mendominasi jalanan. Seiring berjalannya waktu, kendaraan ini kini kembali menarik perhatian seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan.
Mobil listrik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1832 oleh insinyur asal Skotlandia, Robert Anderson. Kendaraan ini dilengkapi dengan baterai non-rechargeable dan awalnya kurang praktis untuk penggunaan luas.
Pada tahun 1840-an, kemajuan dalam teknologi baterai dan motor listrik mulai terasa, memfasilitasi perkembangan kendaraan listrik. Namun, dominasi kendaraan berbahan bakar fosil seperti mobil bertenaga uap dan gas tidak dapat dihindari.
Popularitas kendaraan listrik mulai meningkat pada akhir abad ke-19, terutama dengan munculnya Thomas Parker yang memproduksi mobil listrik pertama di London. Di Amerika Serikat, mobil listrik mencapai puncak penjualannya pada tahun 1900 dengan kontribusi sekitar 38% dari total kendaraan yang ada.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video
Perang Dunia I dan penemuan metode produksi massal oleh Henry Ford berakibat pada hilangnya pangsa pasar kendaraan listrik. Dampak ketergantungan terhadap bahan bakar fosil mulai terlihat seiring dengan meningkatnya isu lingkungan di paruh kedua abad ke-20.
Sejak tahun 1970-an, sejumlah penelitian dan pengembangan teknologi mulai lagi menyoroti kendaraan listrik. Isu pencemaran lingkungan dan kebutuhan untuk sumber energi berkelanjutan menjadi dua pendorong penting bagi kebangkitan mobil listrik.
Dengan kemajuan dalam teknologi baterai dan pembangunan infrastruktur pengisian, sejumlah produsen otomotif mulai kembali berinvestasi pada kendaraan listrik di awal abad ke-21.
Memasuki abad ke-21, mobil listrik menjadi pusat perhatian di industri otomotif global. Berbagai model baru dari produsen ternama, seperti Tesla, menawarkan performa dan efisiensi energi yang lebih baik.
Kebijakan pemerintah yang mendukung energi terbarukan dan penekanan pada pengurangan emisi karbon turut mendukung pertumbuhan mobil listrik. Di Indonesia, inisiatif untuk mempromosikan kendaraan ramah lingkungan semakin mengemuka sebagai langkah mengatasi krisis iklim.
Kemajuan teknologi dalam baterai lithium-ion dan pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik semakin meningkatkan daya tarik kendaraan ini. Laporan industri menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: