Pengunjung Planetarium Jakarta mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem antrean yang berantakan saat pembelian tiket on the spot (OTS). Banyak yang harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian untuk menyaksikan pertunjukan.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Pihak pengelola mengakui masalah ini dan menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung melebihi kapasitas, meskipun telah diterapkan sejumlah peraturan untuk mencegah praktik calo tiket.
Kekecewaan Pengunjung atas Ketidakpastian Tiket
Awal tahun 2026 membawa semangat baru bagi pengunjung Planetarium Jakarta, yang dibuka kembali pada 1 Januari. Namun, harapan tersebut sirna saat banyak pengunjung mendapati antrean yang panjang dan tidak pasti.
Tyas, salah seorang pengunjung, menyatakan, 'Udah ngantri tapi nggak adil karena antreannya udah nggak bener. Dari awal, manajemennya udah nggak jelas.' Hal ini menunjukkan kurangnya keteraturan yang merugikan pengunjung.
Pengunjung lain, Solikhin, juga mengalami hal serupa, mengungkapkan kekacauan dalam antrean setelah ia kembali dari shalat Jumat. 'Kita tuh dari di sana tadi pagi di ujung sana, sampai ke sini kirain malah rapi, malah tambah chaos,' tuturnya.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Masalah Praktik Calo dan Antrean yang Tidak Tertib
Keluhan Tyas berlanjut dengan kritik terhadap perilaku beberapa pengunjung yang memotong antrean dan kemungkinan adanya pemalsuan nomor antrean. Dia menekankan, 'Harusnya sesuai SOP-nya kan 1 tiket 1 identitas kan. Harusnya nggak boleh nitip-nitip kaya begitu dong.'
Kekacauan ini berdampak pada ketidakorganisasian pembelian tiket, dengan Solikhin melaporkan bahwa semua tiket untuk pertunjukan hingga tanggal 18 Januari telah sold out. Ini menambah frustrasi bagi pengunjung yang ingin menikmati pertunjukan.
Berdasarkan masukan dari pengunjung, terlihat bahwa pengelolaan antrean yang buruk dapat merusak pengalaman mereka. Mereka berharap agar sistem antrean diperbaiki untuk memastikan kenyamanan saat berkunjung.
Pengelola Berusaha Menjawab Keluhan Pengunjung
Menanggapi situasi ini, Anya A. Christiana, Kepala SBU Taman Ismail Marzuki, menjelaskan bahwa kapasitas tempat duduk tidak bisa ditambah. 'Sebetulnya kapasitas sudah maksimum, tidak mungkin ada penambahan kursi,' jelasnya tegas.
Ia menyebutkan bahwa jumlah tiket OTS dibatasi untuk mencegah pencaloan, dengan hanya 90 tiket tersedia untuk pembelian langsung. 'Sebenarnya tiket on the spot ini kami buka 1 jam sebelumnya,' tambahnya.
Anya juga menyarankan pengunjung untuk membeli tiket secara online agar menghindari kesulitan saat antrean. 'Kami paham semuanya pengen datang, pengen lihat,' tuturnya sembari meminta agar masyarakat bersabar.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: