Perempuan dalam Pembangunan: Warisan dan Tugas yang Berlanjut
Peringatan Hari Kartini 2026 menyoroti peran perempuan dalam pembangunan Indonesia. Kini, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek aktif yang berkontribusi dalam menentukan arah bangsa.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan masyarakat untuk merefleksikan perjuangan perempuan dalam sejarah, serta memastikan perspektif mereka hadir dalam setiap pengambilan keputusan.
Puan Maharani mengajak masyarakat untuk melihat perempuan bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang berperan dalam perjalanan bangsa. "Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu," ujarnya.
Dia menyatakan bahwa pertanyaan yang relevan kini adalah bukan 'apakah perempuan mampu?', melainkan 'seberapa jauh perempuan dapat berkontribusi?'. Hari Kartini seharusnya menegaskan bahwa peran perempuan dalam pembangunan bangsa sangat penting.
"Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia," tambah Puan.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Puan mendorong masyarakat untuk menghargai peran perempuan lebih dari sekadar kebijakan afirmatif. "Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pengalaman hidup perempuan berbeda dan perlu diakui. "Pengalaman hidup unik dari perempuan telah menempatkan kita seperti sinonim dengan istilah 'Merawat Kehidupan'," jelas Puan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kehadiran perempuan dalam proses pengambilan keputusan. "Apa yang kita perlu lakukan sekarang adalah kita harus bersama-sama memastikan bahwa keunikan pengalaman hidup perempuan akan terus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan," tegasnya.
Puan mengingatkan bahwa RA Kartini adalah salah satu pelopor perjuangan perubahan sistem. "Kartini tidak menunggu sistemnya sempurna untuk mulai menulis. Ia menulis, dan sistemnya berubah," ujarnya.
Dalam konteks saat ini, ia menegaskan bahwa perempuan harus menjadi penggerak perubahan. "Perempuan-perempuan Indonesia hari ini tidak sedang menunggu. Mereka sudah memimpin, sudah merawat, sudah mengubah," lanjutnya.
Puan juga menyerukan pentingnya sinergi antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan bangsa. "Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh," pungkasnya.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: