Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 13:20 WIB

Pergeseran Pola Kehidupan Pemuda: 71 Persen Masih Jomblo di Indonesia

Author

Pergeseran Pola Kehidupan Pemuda: 71 Persen Masih Jomblo di Indonesia

Data terbaru menunjukkan tren mengejutkan tentang status perkawinan pemuda Indonesia, dengan 71,04 persen di antaranya masih berstatus lajang. Hanya satu dari empat pemuda yang telah memutuskan untuk menikah.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis informasi ini, yang mencerminkan perubahan signifikan dalam pandangan generasi muda terhadap institusi perkawinan. Hal ini memiliki implikasi penting bagi berbagai aspek sosial dan ekonomi di masyarakat.

Komposisi Status Perkawinan Pemuda Indonesia 2025

Berdasarkan rilis resmi BPS tahun 2025, 71,04 persen pemuda berusia 16–30 tahun belum menikah, sementara 27,92 persen telah menikah, dan 1,04 persen mengalami perceraian. Data ini memberikan gambaran jelas akan status perkawinan di kalangan pemuda saat ini.

Dominasi pemuda yang lajang mencerminkan perubahan struktur sosial yang terjadi di Indonesia, dan menjadi catatan penting bagi pihak-pihak terkait untuk mempertimbangkan kondisi ini.

Pergeseran pola hidup ini menghadirkan tantangan dan peluang bagi berbagai sektor, termasuk ekonomi, yang dapat terpengaruh oleh keputusan generasi muda dalam menunda pernikahan.

Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini

Tren Menurun: Pemuda Menikah Terus Berkurang Selama 10 Tahun

Selama satu dekade terakhir, terdapat penurunan yang signifikan dalam jumlah pemuda yang memilih untuk menikah. Pada tahun 2016, persentase pemuda yang sudah menikah adalah 40,46 persen, namun angka tersebut terjun bebas menjadi 27,92 persen pada tahun 2025.

Penurunan lebih dari 12 persen ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam keputusan pemuda untuk memasuki tahap kehidupan pernikahan.

Sementara itu, pemuda yang belum menikah meningkat dari 58,10 persen pada 2016 menjadi 71,04 persen, menunjukkan guncangan dalam pola pikiran masyarakat.

Cerminan Perubahan Prioritas Generasi Muda

Meningkatnya jumlah pemuda yang lajang mengindikasikan dinamika sosial yang terus berkembang. Banyak dari mereka kini lebih memprioritaskan pendidikan serta pengembangan karier daripada masuk ke jenjang pernikahan.

Faktor ekonomi juga berkontribusi dalam keputusan untuk menunda pernikahan, di mana pemuda cenderung memilih untuk mencapai stabilitas finansial terlebih dahulu.

Kondisi ini mungkin mencerminkan perubahan cara pandang yang lebih luas dari generasi muda Indonesia terhadap fase kehidupan dewasa, yang kini tidak hanya diukur dari status perkawinan.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kesehatan Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU