Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi isu sepinya kunjungan wisatawan dengan data resmi yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Ia menyatakan bahwa pada akhir tahun 2025, Bali berhasil menarik lebih dari 7 juta wisatawan.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam penjelasannya, Koster menyebutkan bahwa angka kunjungan ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus meraih rekor tertinggi selama satu dekade terakhir.
Data Kunjungan Wisatawan Tahun 2025
Gubernur Wayan Koster mengungkapkan bahwa data dari Angkasa Pura menunjukkan bahwa hingga 31 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan melalui jalur udara mencapai 7.050.000 orang. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 6,3 juta kunjungan.
Peningkatan juga terlihat pada kunjungan wisatawan melalui jalur laut, dengan sekitar 71 ribu wisatawan asing yang datang melalui Pelabuhan Benoa di tahun 2025. Ini menunjukkan pertumbuhan dari angka 53 ribu kunjungan yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Koster menekankan bahwa data ini mencerminkan kepercayaan wisatawan terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata favorit meskipun ada berbagai isu yang beredar.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Rekor Tertinggi dalam Satu Dekade
Rekaman data menunjukkan capaian tertinggi dalam satu dekade bagi Bali. Sebelumnya, pada tahun 2019, Bali mencatat rekor kunjungan tertinggi dengan 6,27 juta wisatawan mancanegara.
Koster menegaskan bahwa capaian tahun 2025 adalah yang tertinggi dibandingkan sebelumnya, menyatakan, 'Dan ini angka tertinggi yang dicapai. Rekor ini. Karena saya punya data, saya runut dari 2015 sampai sekarang 2025.'
Kenaikan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bali sebagai tujuan utama pariwisata di dunia.
Penurunan Kunjungan Wisatawan Domestik
Meskipun ada peningkatan untuk wisatawan mancanegara, Gubernur Koster juga mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan domestik. Tahun 2025 mencatat sekitar 9,28 juta wisatawan nusantara, berkurang dari 10,1 juta pada tahun sebelumnya.
Koster menekankan pentingnya untuk membersihkan isu sepinya kunjungan, mengingat bahwa narasi tersebut sering muncul di akhir tahun. 'Sebenarnya setiap tahun ada berita itu, setiap tahun,' ungkapnya.
Ia berharap data yang disampaikan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi pariwisata di Bali.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: