Libur Natal dan Tahun Baru: Jaga Keselamatan dengan Penutupan Jalur Pendakian di Beberapa Gunung
Menjelang musim libur panjang Natal dan Tahun Baru, pemerintah Indonesia mengumumkan penutupan sejumlah jalur pendakian gunung untuk memastikan keselamatan publik.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan pengunjung gunung.
Alasan Penutupan Jalur Pendakian
Penutupan jalur pendakian ini dilakukan dengan mempertimbangkan cuaca yang dapat berubah drastis, terutama di akhir bulan Desember hingga awal Januari. Potensi hujan lebat dan keadaan jalur yang licin menjadi alasan utama penutupan.
Bukan hanya cuaca, namun juga gunung-gunung dengan status aktivitas vulkanik yang meningkat dan risiko longsor dihindari. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan yang mengancam keselamatan pendaki.
Daftar Gunung yang Ditutup
Salah satu gunung yang ditutup adalah Gunung Gede Pangrango. Jalur pendakian ini sudah ditutup sejak 13 Oktober 2025 untuk penataan area dan penanganan sampah.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik
Sementara itu, Gunung Salak mulai ditutup sejak 22 Desember 2025, dengan tujuan untuk memulihkan ekosistem hutan dan mengantisipasi cuaca ekstrem.
Selain itu, Gunung Semeru juga mengalami penutupan setelah terjadinya awan panas yang dipicu oleh erupsi, direncanakan berlangsung hingga Maret 2026. Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor penentu dalam penutupan ini.
Tak kalah penting, Gunung Merapi sudah ditutup sejak Mei 2018 mengingat status waspadanya yang terus meningkat. Terakhir, Gunung Rinjani akan ditutup mulai Januari 2026 untuk mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.
Alternatif Wisata Saat Nataru
Bagi masyarakat yang berencana berwisata, masih ada banyak pilihan lain di sekitar kaki gunung, taman nasional, atau jalur-jalur wisata yang terbuka untuk umum. Penutupan jalur pendakian tidak mengurangi semangat pengunjung untuk menikmati keindahan alam.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Yarman mengingatkan para pendaki untuk segera memesan tiket sebelum penutupan, dengan batas pemesanan hingga 28 Desember 2025. Hal ini untuk memastikan pengalaman mendaki sebelum jalur ditutup.
Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: