Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 15:18 WIB

Kenaikan Biaya Wisata di Jepang: Pengaruh terhadap Pelancong Indonesia

Author

Kenaikan Biaya Wisata di Jepang: Pengaruh terhadap Pelancong Indonesia

Jepang, salah satu tujuan wisata favorit orang Indonesia, sedang merencanakan kenaikan biaya yang dapat membuat liburan menjadi lebih mahal. Kenaikan ini mencakup biaya visa dan pajak untuk warga asing yang akan berlaku mulai tahun fiskal 2026.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Meskipun Jepang tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan, perubahan biaya ini perlu dicermati oleh pelancong, terutama bagi warga Indonesia yang memerlukan visa untuk masuk ke negara tersebut.

Kenaikan Biaya Visa dan Pajak

Rencana pemerintah Jepang termasuk kenaikan biaya visa bagi wisatawan asing. Saat ini, biaya visa untuk satu kali masuk berkisar ¥3.000, sedangkan untuk visa multi-entry adalah ¥6.000.

Tujuan kenaikan ini adalah untuk menyamakan biaya permohonan visa Jepang dengan biaya yang berlaku di negara-negara Barat. Sayangnya, rincian spesifik mengenai besaran kenaikan masih belum diumumkan.

Selain itu, pajak yang dikenal sebagai 'departure tax' untuk turis internasional juga sedang dipertimbangkan untuk kenaikan. Saat ini, pajak ini sebesar ¥1.000 dan dibebankan kepada semua turis yang berangkat dari Jepang, tanpa melihat dari mana asal mereka.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Perbedaan Biaya Tiket Masuk Destinasi Wisata

Mulai Maret 2026, tiket masuk ke Himeji Castle untuk turis internasional akan berharga antara ¥2.000 hingga ¥3.000, sementara warga lokal hanya dikenakan biaya ¥1.000. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan biaya yang diimplementasikan untuk wisatawan asing dan penduduk setempat.

Di sisi lain, Kuil Nanzoin di Fukuoka juga menerapkan kebijakan serupa. Sejak Mei 2025, wisatawan asing dikenakan biaya masuk sebesar ¥300, sedangkan untuk warga lokal tidak dikenakan biaya.

Kebijakan ini dijelaskan secara langsung melalui papan informasi yang dibuat dalam Bahasa Inggris, menunjukkan perbedaan perlakuan yang jelas terhadap wisatawan asing.

Dampak dari Kenaikan Biaya bagi Pariwisata

Diperkirakan, jumlah turis asing yang berkunjung ke Jepang akan mencapai lebih dari 40 juta pada tahun 2025, meningkat dari hampir 37 juta pada tahun 2024. Meskipun peningkatan ini berpotensi mendongkrak perekonomian, hal ini juga dapat menyebabkan masalah overtourism di lokasi-lokasi populer.

Overtourism menjadi tantangan serius bagi pemerintah Jepang karena dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menurunkan kualitas pengalaman wisata. Oleh karena itu, peningkatan biaya dapat menjadi strategi efektif untuk menangani jumlah wisatawan yang masuk.

Dengan kenaikan biaya ini, diharapkan pemerintah juga dapat menjaga daya tarik sektor pariwisata, sambil mengelola dampak dari peningkatan jumlah pengunjung.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kesehatan Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU