Berdasarkan rilis terbaru dari Henley & Partners, Singapura kembali mencatatkan diri sebagai negara dengan paspor terkuat di dunia untuk tahun 2025.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Paspor Singapura memberikan akses bebas visa ke 193 negara, sementara Indonesia mengalami penurunan menjadi posisi 70 dengan akses bebas visa hanya ke 73 negara.
Peringkat Paspor Terkuat di Dunia
Henley Passport Index adalah perusahaan penasihat kewarganegaraan dan tempat tinggal global yang berbasis di London, yang merilis pembaruan peringkat paspor terkuat di dunia. Singapura mempertahankan posisinya di puncak dengan akses yang luas dibandingkan negara lainnya.
Pemegang paspor Singapura kini dapat melakukan perjalanan tanpa visa ke 193 negara, menjadikannya pilihan yang sangat menguntungkan bagi mereka yang sering bepergian. Peringkat kedua ditempati oleh Korea Selatan, yang menawarkan akses bebas visa ke 190 negara.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Perbandingan dengan Negara Lain
Jepang, yang sebelumnya menduduki posisi kedua, kini turun ke posisi ketiga dengan akses bebas visa ke 189 negara. Selain itu, negara-negara Eropa seperti Jerman, Italia, dan Spanyol berbagi posisi keempat dengan akses bebas visa ke 188 negara.
Posisi kelima diisi oleh negara-negara seperti Austria, Belgia, dan Denmark, yang masing-masing memberikan akses bebas visa ke 187 negara. Fenomena ini menunjukkan tren positif bagi kekuatan paspor di Eropa.
Tantangan bagi Paspor Indonesia
Sayangnya, Indonesia mengalami penurunan signifikan, sekarang berada di posisi 70 dengan akses bebas visa hanya ke 73 negara. Sebelumnya, di awal tahun 2025, Indonesia menduduki posisi 66 dengan akses ke 76 negara.
Posisi Indonesia masih jauh dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, menunjukkan tantangan dalam usaha meningkatkan kekuatan paspor Indonesia. Afghanistan tetap menduduki posisi terlemah, mengizinkan akses ke hanya 24 negara, yang menciptakan kesenjangan besar dalam kebebasan bepergian di antara negara-negara.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menjaga Kesehatan dan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: